Content: / /

Acara Kemilau Madura terindikasi Banyak Penyelewengan Anggaran .

Peristiwa

30 Oktober 2018
Acara Kemilau Madura terindikasi Banyak Penyelewengan Anggaran .

Aksi Demo di depan kantor Bupati oleh beberapa LSM dan Pemuda peduli pamekasan.

Acara Kemilau Madura Terindikasi Banyak penyelewengan Anggaran Selasa, 30 Oktober 2018 | 11 PAMEKASAN, Lira Media. co. id - Kemilau Madura yang telah terselenggara terindikasi banyak penyelewengan anggaran sehingga masyarakat melakukan gelar aksi Demo gabungan delapan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ke kantor Bupati Kabupaten Pamekasan , Selasa (30/10/2018).

Banyak temuan dilapangan pada saat terselenggaranya acara kemilau Madura yang merupakan salah satu Rangkaian Acara Hari Jadi Kab. PAMEKASAN yang ke 488. yang menghabiskan anggaran kurang lebih 1 milyar.

Namun banyak hal spesifikasi yang terindikasi tidak dilaksanakan oleh penyedia seperti halnya Pembuatan kaos Kemilau madura, namun oleh pihak pemerintah daerah kabupaten Pamekasan selaku leading sektor penerima malah membiarkan begitu saja. Salah satu Korlap Aksi Zaini wer-wer (LSM-Komad) Menyatakan pada saat acara Kemilau Madura Disitu ada anggaran kaos Namun fakta di lapangan tidak ada.

"Anggaran Kaos 450 buah ini dikemanakan padahal dalam spek itu sudah tertera kalau anggaran Kaos itu ada" ucap Zaini wer-wer Lebih lanjut Ach. Yanto menuturkan bahwa demo ini kepada bupati dan diminta untuk di dampingi Dinas pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) ketua panitia dan EO pelaksana guna memberikan transparansi penggunaan anggaran namun malah yang menemui bukan bupati melainkan dinas itu sendiri yakni Disparbud kab.

Pamekasan dan ditengah terjadinya Perdebatan pihak Dinas malah meninggalkan peserta aksi yg belum selesai menyampaikan aspirasinya dengan alasan panas takut sama teriknya matahari kami selaku bagian dari aksi demo tidak takut sama teriknya matahari bahkan petugas pengamananpun rela ber panas-panasan kenapa Dinas takut sama teriknya matahari "Aksi ini kami lakukan sebagai bentuk aspirasi kami kepada bupati dan dinas terkait, namun nyatanya kenapa bukan bupati yang menemui malah kadisparbud yang hanya menemui kami, namun kekecewaan kami ditambah lagi sebelum selesai perdebatan kami malah ditinggalkan begitu saja" Sampai jam 12:00 siang menunggu bupati Pamekasan tak kunjung datang Peserta aksi melakukan aksi kekecewaannya dengan melempar telur ke plank kantor bupati Pamekasan.

“Pelemparan telur ini sebagai wujud kekecewaan kami. Kami menyampaikan aspirasi sudah sesuai prosedur, tapi Bupati Badrut Tamam tidak mau menemui kami,” kata Ketua LSM Komad, Zaini Wer-wer.Semetara itu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pamekasan, Akhmad Sjaifuddin, menyampaikan bahwa pihaknya sudah menjalankan semua program hari jadi.

Bahkan pihaknya tidak mau main-main dengan masalah anggaran hari jadi Pamekasan. “Semua rangkaian sudah dan akan dilaksanakan. Pengadaan kaos sudah dicetak dan sudah disebarkan. Kami tidak bermain-main fiktif dalam masalah anggaran,” tegasnya, Reporter : Sukandar/wiwik

Tinggalkan Komentar