Content: / /

Atap Teras 2 Ruang Kelas SDN Kedundung I Ambrol

Pendidikan

04 Mei 2018
Atap Teras 2 Ruang Kelas SDN Kedundung I Ambrol

Kondisi atap SDN Kedundung I Kota Mojokerto

Liramedia.co.id, MOJOKERTO -Lapuknya kayu penyangga tumpangan genting dibagian teras 2 ruang kelas SDN Kedundung I yang berada di Jalan Empunala No. 332, Kelurahan Kedundung, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, akibat dimakan rayap mengakibatkan ambrolnya atap teras ruang kelas IV dan V, Kamis (3/5/2018) pagi.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 8.00 WIB saat para siswa sedang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Beruntung tidak ada korban akibat kejadian tersebut. Karena saat pelaksanaan UNBK, para siswa peserta ujian melaksanakannya di ruang yang sudah disiapkan aman dari insiden tersebut. 

"Kita sebelumnya sudah mempersiapkan memindahkan dan mencarikan tempat yang aman buat anak-anak yang akan melaksanakan ujian karena kita sudah tahu kalau teras tersebut akan ambrol. Kerangka kayu penyangga genting atap teras sudah dalam kondisi lapuk dimakan usia dan bangunan ini dibangun tahun 2003," ujar Johanes Widjianto, Kepala Sekolah SDN Kedundung I, Kota Mojokerto saat ditemui para awak media di lokasi, Kamis (3/5/2018).

Dari pantauan dilokasi, siswa yang masuk beraktifitas hanya siswa kelas VI yang kebetulan mengikuti UNBK. Untuk siswa kelas I-kelas V diliburkan tidak ada aktifitas di sekolah. 

"SDN Kedundung I memiliki siswa sebanyak 216 siswa. Sebelum kejadian, ruang kelas IV sudah sejak lama tidak digunakan untuk belajar mengajar lantaran kondisinya sudah tidak memungkinkan untuk ditempati karena kita tahu kondisi lapuknya kayu penyangga. Makanya temp at belajar mengajar siswa kita pindah di lantai dua ruang guru," tambah Johanes.

Sementara itu, Amin Wachid, Kepala Dinas Pendidikan Kota Mojokerto ketika dikonfirmasi di lokasi kejadian atas inside ambrolnya atap teras tersebut mengatakan, pihaknya langsung melakukan upaya perbaikan atas insiden tersebut. Biayanya menggunakan dana perawatan sekolah TA 2018. Kami mengalokasikan Rp. 20-30 juta untuk perbaikan sementara mengganti genting dan kerangka atap. Karena dana rehap yang dialokasikan senilai Rp. 667 juta tak bisa diserap karena sekolah tersebut belum tersertifikasi sebagai aset Pemkot Mojokerto," pungkasnya. (sp)

Tinggalkan Komentar