Content: / /

Bantu Masyarakat Lewat LIRA

Profil

06 September 2017
Bantu Masyarakat Lewat LIRA

Liramedia.co.id, SURABAYA - Nama Arifin Subekti sudah tak asing lagi di Lumbung Informasi Rakyat (LIRA). Selama puluhan tahun mengabdikan diri di LIRA, hanya satu asa yang ingin ia capai. Yaitu Kebersamaan dan membantu orang lain.

Suatu sore, Arifin Subekti pernah menyebut 4 huruf, yaitu SDBS. Sontak, orang di sampingnya bertanya-tanya apa itu SDBS. Tanpa diminta, Arifin langsung menyebut singkatan SDBS itu ”sumbangan dermawan berbuah surga”.

Senyum dan tawa dari teman-temannya lepas dari perbincangan di suatu restoran di Surabaya belum lama ini. Arifin Subekti bagi teman-temannya ibarat mentor, yang mengarahkan ke hal-hal baik. Tidak ada kata kasar atau satire yang keluar dari setiap perbicangan dengan kerabatnya.

Malah, Arifin kerap membuat tawa teman-temannya dengan beberapa kalimat yang sulit ditebak. Misalnya Pamerad. Istilah itu sangat awam, tapi bagi yang sering kumpul dengannya langsung paham.

Di lembaga DPW LIRA Jawa Timur, Arifin saat ini didapuk sebagai Dewan Pembina. Manis pahit bersama LIRA sudah sering ia rasakan. Dari somasi, hingga dilaporkan ke Polisi. Namun, semua itu dianggap hanya angin lalu. Sebab, kata Arifin, selama dirinya berada di jalan yang benar dan sesuai koridor hukum, ia tak gentar kepada siapapun.

Memang, di zaman sekarang ini, susah untuk membedakan yang benar dan salah. Bahkan, perkara dipaksakan salah apabila tidak ada uangnya. Sebaliknya, semua akan benar bila dilindungi dengan uang dan kekuasaan. Inilah yang sering disoroti Arifin bersama LIRA.

Asa untuk berada di jalan kebenaran demi membantu orang lain kesusahan sudah tertanam di benak Arifin sejak lama. Karena apa ? karena dengan membantu orang lain, serasa hidupnya diliputi kebersamaan.

Meski demikian, satu prinsip yang dipegang teguh Arifin selama berada di LIRA. Yaitu satu kata satu perbuatan. Jika ia berharap orang yang dibina melakukan sesuatum maka dia harus melakukan terlebih dahulu. Dengan menerapkan prinsip itu, sekat antar sesama anggota dan pengurus di LIRA tida ada. Artinya, siapapun bisa secara langsung berdiskusi, bercakap apa saja dengannya dan kapan pun.

Apalagi, dia juga termasuk orang yang tampil apa adanya, tak ada kepura-puraan serta tetap harus menjaga kesederhanaan. Dia mengaku, cukup bahagia berada di keluarga besar LIRA, khususnya DPW LIRA Jawa Timur.

DPW LIRA Jawa Timur merupakan lembaga swadaya yang berperan aktif melakukan kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Bahkan, menjadi bagian dari masyarakat, dan dijuluki shadow government (pemerintah bayangan).

Menurut Arifin, perlu kerja keras dan loyalitas tinggi untuk membesarkan suatu lembaga masyarakat seperti LIRA. Meski terkadang mengeluarkan biaya dan tenaga untuk itu, namun Arifin tak mempersoalkannya selama itu bisa bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.

Apalagi, keberadaan LIRA Jawa Timur ditopang oleh orang-orang profesiona di bidangnya. Serta secara spesifik bisa menjaga reputasi lembaga dengan tidak melakukan pemerasan atau pelanggaran secara hukum.

Sebagai bagian dari masyarakat, Arifin terus berupaya menjaga hubungan baik dengan pemerintah dan masyarakat dengan tidak membedakan ras, agama, atau suku. Hubungan baik itu dijaga dengan tunduk pada peraturan yang berlaku.

Satu hak yang ditanamkan Arifin ialah trust atau kepercayaan serta memegang teguh integritas. Pentingnya kepercayaan itu telah membuatnya dekat dengan pejabat di kepolisian atau pengusaha. Baginya, kepercayaan tidak bisa digadaikan dengan apapun, termasuk mengkhianati teman demi segenggam uang atau jabatan.

“Dan berani bertanggungjawab terhadap apa saja yang diperbuat. Itulah esensi hidup berorganisasi. Jika ada masalah, selesaikan segera dan segera mencari solusinya. Jangan membuang waktu dengan mencari-cari alasan atau menimpakan masalah ke orang lain,” tegasnya.

Lainnya ialah berkomunikasi dengan terbuka. Komunikasi terbuka ini adalah dengan saling memberi umpan balik terhadap suatu kinerja. Jika hasil pekerjaan baik, maka akan memberikan umpan balik positif. Begitu pula jika ada masalah, dia akan memberi respon saat itu juga dan tidak akan menunda-nunda.

“Yang penting lagi ialah tegas terhadap kondisi apapun. Kita boleh dekat dengan bawahan atau atasan, namun bila bawahan berbuat salah, maka harus berani mengambil tindakan,” jelasnya. (jun)

 

1 Komentar

  1. Edukasi keuangan terhadap anak memang penting sejak dini

Tinggalkan Komentar