Content: / /

Banyak Caleg Petahana di Sidoarjo Tumbang

Politik

03 Mei 2019
Banyak Caleg Petahana di Sidoarjo Tumbang

Rakapitulasi suara di KPU Sidoarjo

LiraMedia.co.id, SIDOARJO - Sejumlah kejutan muncul dalam pemilihan legislatif (pileg) di Sidoarjo. Beberapa politisi lama tumbang, dan calon-calon baru juga banyak muncul dengan perolehan suara yang luar biasa.

Di partai-partai besar seperti PKB, PDIP dan Gerindra, banyak incumbent yang suaranya kalah dengan pendatang baru. Sullamul Hadi Nurmawan misalnya, Ketua DPRD Sidoarjo yang pemilu 2014 lalu meraup suara terbanyak 16.000, pileg kali ini cuma berhasil mengumpulkan sekitar 13.000 suara.

Subandi, caleg PKB pendatang baru di dapil 1 (Sidoarjo, Sedati, Buduran) mendapat suara 16.845 suara, terbanyak di PKB Sidoarjo. Di dapil yang sama, mantan Kades itu mengalahkan Usman, petahana dari PKB.

Hal serupa juga terjadi di Gerindra. Mimik Indayani, pendatang baru di dapil II (Tanggulangin, Candi, Porong, Jabon) suaranya mencapai sekitar 17.000. Lebih tinggi dari caleg petahana Gerindra di dapil yang sama, Bambang Pujianto.

Demikian halnya di PDIP. Suyarno, caleg pendatang baru ini meraih suara terbanyak PDIP sekitar 13.000 suara.

“Ada dua faktor kemenangan caleg ini. Dia tokoh masyarakat, dan Prambon memang basis PDIP,” kata Sekretaris DPC PDIP Sidoarjo, Taufik Hidayat Tri Yudono.

Kejutan lain dalam Pileg 2019 di Sidoarjo. Ada beberapa calon unggulan malah gagal. Seperti M. Rifai dan Abdullah Muklis. Keduanya merupakan caleg dapil 5 (Sukodono-Taman).

M. Rifai adalah Ketua DPC Gerindra Sidoarjo yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Sidoarjo. Tapi pada pileg kali ini suaranya tidak cukup untuk membawa dirinya kembali duduk di kursi dewan.

Nama lain adalah Abdullah Muklis. Meski pendatang baru, dia jadi unggulan karena statusnya sebagai anak Bupati Sidoarjo Saiful Ilah. Nama Muklis sendiri juga sudah terkenal di kalangan masyarakat Sidoarjo. Tapi perolehan suaranya tidak cukup untuk duduk di kursi dewan.

Namun secara keseluruhan, perolehan suara PKB di Sidoarjo terhitung meningkat. Tahun ini PKB meraup total suara sekitar 309.249, naik dibanding Pemilu sebelumnya 264.092 suara.

Dari perolehan suara itu, menurut Ketua Lembaga Pemenangan Pemilu (LPP) DPC PKB Sidoarjo Nur Ahmad Syaifudin, PKB diperkirakan mendapatkan 16 kursi. Juga lebih banyak dibanding selama ini, 13 kursi di DPRD Sidoarjo.

Perolehan suara PDIP juga naik. Pemilu kali ini total meraup sekitar 188.306 suara, artinya bakal punya 9 kursi di DPRD Sidoarjo.

Lebih banyak dibanding pemilu sebelumnya dengan perolehan 134.139, dengan 8 kursi di dewan. Angka-angka tersebut merupakan hasil perhitungan di tingkat kecamatan.

Sementara proses perhitungan di KPU Sidoarjo masih berlangsung. Dijadwalkan, perhitungan di KPU Sidoarjo selama tiga hari sejak 30 April sampai 2 Mei 2019.

“Sejauh ini semua proses perhitungan berjalan lancar. Sampai saat ini, sudah ada 10 kecamatan yang dihitung. Targetnya, Kamis malam besok semua sudah rampung,” kata Ketua KPU Sidoarjo Mochammad Zaenal Abidin, Rabu (1/5/3019).

Proses rekapitulasi itu melibatkan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK). Petugas membacakan perolehan suara di tiap Kecamatan. Dicocokan dengan perhitungan saksi.

Sejumlah pihak juga terus memantau pleno penghitungan suara di KPU. Termasuk pihak kepolisian. Bahkan, Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Zain Dwi Nugroho sendiri berulang kali datang ke KPU untuk memantau langsung proses rekapitulasi suara di KPU.

Total 168 petugas disiapkan untuk pengamanan proses rekapitulasi di KPU. Perinciannya 128 personil dari Polri, 20 anggota TNI, 10 Satpol PP, serta 10 Dinas Perhubungan (Dishub).

“Pengamanan di KPU memang diperketat selama proses rekapitulasi. Selain menambah petugas, tidak sembarang orang diperbolehkan masuk ke KPU. Semua pengunjung juga diperiksa. Mulai dari badan hingga barang bawaaan,” ucap kapolres. (dori)

Tinggalkan Komentar