Content: / /

Belajar dari Riasih, Kerja Keras dan Peduli Mampu Mengangkat Ekonomi Janda

Politik

27 September 2018
Belajar dari Riasih, Kerja Keras dan Peduli Mampu Mengangkat Ekonomi Janda

Caleg Hanura Sidoarjo, Riasih.

LiraMedia.co.id, SIDOARJO - Menjadi seorang single parents telah menempa mental Riasih dalam kehidupan ini. Dia merasakan betul bagaimana asam manis kehidupan untuk menghidupi anak-anaknya hingga beranjak dewasa.

Cibiran dari masyarakat pun sering tak terhindarkan karena statusnya sebagai seorang janda. Suaminya meninggal sejak mengandung anak ketiga di usia 3 bulan.

Justru, status itulah yang ingin ditunjukkan ke masyarakat bahwa single parents atau janda mampu membawa anak-anaknya dewasa dengan tingkat pendidikan tinggi.

Anak pertamanya cowok sekarang kuliah di Mojokerto dan tergabung dalam relawan SeMar (Semangat Masyarakat). Anak keduanya, cewek, sekolah kelas 2 di SMAN 1 Wonoayu. Dan anak ketiga, cowok, kelas 2 di SMPN 2 Krian.

Riasih tak sendiri. Banyak sahabatnya yang juga bernasib sama dan sering dipandang sebelah oleh masyarakat.

"Status janda sering dipandang minor oleh masyarakat seolah tak bisa menafkahi dirinya sendiri dan keluarganya. Padahal itu pandangan yang salah kaprah. Buktinya saya mampu, dan juga beberapa sahabat saya juga demikian," kata Riasih.

Atas dasar itu, Riasih meniatkan diri memperjuangkan perempuan yang senasib dengannya untuk bisa lebih terhormat di mata masyarakat yang biasanya memandang sebelah mata, dan tentunya mandiri secara ekonomi.

Perjuangan itu diwujudkan Riasih dengan mendaftarkan diri sebagai calon legislatif (caleg) DPRD Sidoarjo melalui Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dari daerah pemilihan (dapil) IV, meliputi Balongbendo, Tarik, dan Krian.

"Lewat legislatif itu, saya ingin mengangkat kaum menengah ke bawah. Saya janda, dan selama ini janda seakan tersisihkan," ujar Riasih.

Pernyataan Riasih itu bukan sekadar wacana. Sebelum jadi caleg Partai Hanura Sidoarjo, Riasih sudah menjalankan beberapa program pemberdayaan perempuan khususnya janda. Harapannya, lapangan kerja terbuka lebar.

"Kami buka lapangan kerja melalui program-program yang sudah saya jalankan dan akan dilaksanakan. Contohnya pelatihan menyulam membuat kerajinan dari bahan bambu. Di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendi, disana bambu melimpah. Dan saya bersama ibu-ibu memanfaatkan bambu itu menjadi aneka kerajinan," kata Riasih.

Kontribusi Riasih di masyarakat tak berhenti disitu saja. Dia dikenal kalangan masyarakat luas sering membantu pengurusan administrasi bagi masyarakat yang kesulitan. Misalnya BPJS Kesehatan, perizinan usaha, dan lainnya.

Dia juga membantu mencari pekerjaan bagi perempuan yang senasib dengannya.

"Kalau janda biasanya cari pekerjaan susah. Nah, saya biasa membantu mereka. Dan juga, saya membantu perusahaaan yang butuh tenaga rumahan, dengan menyalurkannya ke sentra-sentra masyarakat," kata perempuan kelahiran 18 Januari 1974 ini.

Ketua DPC Hanura Sidoarjo, Dondik Agung Subroto menimpali, bahwa Riasih merupakan sosok pekerja keras, punya kemauan tinggi, dan peduli.

"Dengan kemauan dan kerja kerasnya, sekarang Riasih jadi orang yang mau, mampu, dan keinginan untuk jadi anggota legislatif," ujar Abadont, sapaan akran Dondik. (Did)

Tinggalkan Komentar