OPINI

Boleh Mengumpat dan Berkata Kotor Jika Itu Memang Diperlukan

Boleh Mengumpat dan Berkata Kotor Jika Itu Memang Diperlukan

Abbas Rahbini Mawardi

Ucapan "Lonte" sekarang menjadi trending topic di media sosial, perhelatan dan perdebatan yang mengarah kepada bully-an terhadap  sosok yang  seharusnya tidak boleh dibully kian gencar dimedia sosial.

Ada yang berasumsi, itu ucapan kotor, caci maki, tak sepatutnya diucapkan, tidak mencerminkan islam rahmatan lil alamin, tidak sopan, tidak santun,  tidak lemah-lembut bahkan ada yang berkata "aku tidak terima" dan bla bla bla.

Anehnya asumsi semacam itu hanya diarahkan dan dibidik kepada satu sosok saja, dan orang yang jelas-jelas kotor yang berkelakuan najis disekelilingnya nyaris tak pernah dibicarakan.

Mengajak berperasangka baik kepada orang yang jelas-jelas tidak baik, dan mengajak berperasangka buruk pada orang yang jelas-jelas orang baik nan mulia. Seolah ada gajah didepan biji mata gak kelihatan dan tai cecak di ujung pagar nampak besar sekali.

Bersikaplah proporsional dan profesional jangan hanya karena kebencian lalu seenaknya memframing orang lain sebagai pencaci, dan menganggap dirinya adalah simbol kesantunan dan kelemah lembutan?

Al-imam Mawardi dalam kitab nya "A'laamun-nu uwah" berkata:

Tegas dan kasar jika untuk menuntut kebenaran dan keadilan itu tindakan yang baik, sebliknya, sikap lemah lembut apabila untuk mengakui suatu kecurangan atau kebatilan maka itu kejahatan

Berkata kotor atau mengumpat jika itu diperlukan maka tidak bertentengan dengan ajaran agama,

Dalilnya sebagai berikut.

Hadist imam Bukhori dan imam Ahmad, menceritakan peristiwa Diplomasi dan provokasi Urwah bin mas'ud sebagai delegasi kaum kafir qirays terhadap barisan kaum muslimin

Urwah bin Mas’ud dan Rasulullah berdialog. Gambaran yang terjadi adalah perang urat-saraf face to face atau psycho-war, bukan hanya Urwah dan Rasulullah melainkan juga Urwah dengan seluruh kaum Muslimin.

حديث رواه البخاري وأحمد في مسنده عن المسور بن مخرمة ومروان بن الحكم قالا: ... فأتاه أي عروة بن مسعود ـ فجعل يكلم النبي صلى الله عليه وسلم فقال النبي نحوا من قوله لبديل، فقال عروة عند ذلك: أي محمد أرأيت إن استأصلت أمر قومك هل سمعت بأحد من العرب اجتاح أهله قبلك، وإن تكن الأخرى فإني والله لأرى وجوها وإني لأرى أوشاباً من الناس خليقاً أن يفروا ويدعوك، فقال له أبو بكر: امصص ببظر اللات، أنحن نفر عنه وندعه

Hadist diriwayatkan oleh imam Al-bukhori, dan imam Ahmad dalam musnadnya, dari Miswar bin makhramah, dan marwan bin Al-hakam, beliau berkata:

'Urwah bin mas'ud pergi menemui Nabi shallallahu alaihi wa sallam, dan mulai berbicara dengan baginda Nabi, Baginda Nabi memberitahunya hampir sama seperti yang dia katakan kepada budail.

Kemudian 'Urwah berkata, "Wahai Muhammad! Tidakkah kamu merasa ragu untuk memutuskan hubunganmu? Pernahkah kamu mendengar ada orang Arab yang memusnahkan kerabatnya sebelum kamu? Di sisi lain, jika yang sebaliknya terjadi, (tidak ada yang mau tolong kamu, karena) demi Allah, aku tidak melihat  orang-orang yang yang bersamamu adalah orang yang bermartabat, tetapi orang-orang dari berbagai suku akan meninggalkanmu sendirian.

"Mendengar itu, Abu Bakar berkata kepada Urwah dan melecehkannya , "Hisaplah kelentit vagina latta, Apakah menurutmu kami akan lari dan meninggalkan Nabi sendirian?

Al-imam Al-hafidz ibn hajar Al-asqolani rahimahullahu ta'ala mengomentari atas kasus tersebut dalam kitabnya Al-fathul bari:

قال الحافظ في الفتح: وكانت عادة العرب الشتم بذلك لكن بلفظ الأم، فأراد أبو بكر المبالغة في سب عروة بإقامة من كان يعبد مقام أمه، وحمله على ذلك ما أغضبه به من نسبة المسلمين إلى الفرار وفيه جواز النطق بما يستبشع من الألفاظ لإرادة زجر من بدا منه ما يستحق به ذلك

Berkata Al-hafidz dalam kitab Al-fath,  adalah kebiasaan orang arab mengumpat dengan kata-kata seperti itu, tapi dengan memakai kata kelentit ibumu, Namun Abu bakar hendak betul-betul menghina Urwah dengan memposisikan berhala  yang disembah nya  pada posisi ibunya.

Dan sayyidina abu bakar terpaksa mengeluarkan kalimat tersebut karena beliau dibuatnya marah sebab dianggap kaum muslimin akan melarikan diri.

Dalam konteks ini maka diambil kesimpulan, boleh mengeluarkan kata-kata menjijikkan dengan tujuan membentak orang yang layak mendapat kata-kata umpatan seperti itu.

Al-imam Ibn qoyyim rahimahullahu ta'ala berkata dalam kitab nya "zaadul ma'ad"

وقال الإمام ابن القيم في زاد المعاد: وفي قول الصديق لعروة (امصص بظر اللات) دليل على جواز التصريح باسم العورة إذا كان فيه مصلحة تقتضيها تلك الحال. اهـ

Berkata Al-imam ibn Qayyim dalam kitab nya "Zaadul ma'aad":

Ucapan Abu bakar as-siddiq kepada Urwah (Hisaplah kelentit al-latta) adalah sebuah dalil dibolehkanya berkata kasar dengan menyebut  nama aurat secara terang-terangan jika ada maslahat yang dibutuhkan pada situasi tersebut.

فمتى ظلم المخاطب لم نكن مأمورين أن نجيبه بالتي هي أحسن. اهـ. وعليه، فإن كان الموقف يستدعي التصريح بمثل هذا اللفظ إيثارا للمصلحة ودفعاً للمفسدة فلا حرج في ذلك، ولا تعارض بينه وبين نهي النبي صلى الله عليه وسلم فيما رواه الترمذي وأحمد عن عبد الله بن مسعود قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ليس المؤمن بطعان ولا بلعان ولا الفاحش البذئ. بدليل قوله تعالى: {لاَّ يُحِبُّ اللّهُ الْجَهْرَ بِالسُّوَءِ مِنَ الْقَوْلِ إِلاَّ مَن ظُلِمَ وَكَانَ اللّهُ سَمِيعًا عَلِيمًا} (148) سورة النساء 

وأيضاً لو كان فيه مخالفة لنهاه النبي عن ذلك بل أقره وهو صلى الله عليه وسلم لا يقر على باطل.

Berkata Ulama'. Apabila lawan bicara telah mengeluarkan perkataan diluar batas (dzalim), maka kita tidak diperintahkan untuk menjawabnya dengan jawaban nya yang lebih baik.

Jika situasi menuntut untuk mengucapkan kata-kata seperti itu, untuk membawa dampak kemaslahatan, dan menangkal kebejetan maka tidak apa-apa dan tidak berdosa,

Dan hal itu tidak bertentangan dengan Hadist  baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang mencegah untuk berkata-kata kasar dan mengumpat. Sebagaimana yang telah diriwayatkan oleh Imam A-turmudzi, Imam Ahmad dan Abdillah ibn Mas'ud. Bersabda baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam,

"Seorang mukmin bukanlah orang yang sukamencela, melaknat, berperangai buruk, dan mengucapkan ucapan yang kotor.”

Dengan dalil Firman Allah subhanahu wa ta'ala.

Allah tidak menyukai ucapan buruk, (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiaya. Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS Annisa' 148)

Dan sebagai dalil lagi, jika umpatan dan kata-kata kotor yang telah diucapkan oleh Sayyidina Abu bakar RA tersebut adalah menyelisih dan bertentangan dengan hukum agama, Niscaya baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam pasti mencegah dan menegurnya, Namun yang terjadi adalah Baginda Nabi malah membiarkan kan nya, dan tidak menegurnya,  Dan Baginda Nabi shallallahu alaihi wa sallam tak akan membiarkan pada hal-hal yang batil.

Andai Sayyidina Abu bakar RA hidup dizaman kita sekarang, tentu akan dibully, dianggap Jorok, tidak sopan, tidak santun, pencaci, dan pengumpat, dan yang paing gencar dianggap tidak rahmatan lil alamin. Padahal sayyidina Abu bakar RA adalah salah satu sahabat yang terbilang paling santun, paling lemah lembut dan paling sopan

Bersyukurlah apabila kita berada dibarisan sayyidina Abu bakar, dan biarkan mereka yang memilih berada dibarisan Urwah bin mas'ud kala itu.

-Wallahu a"lam wa ahkam-

Penulis : Abbas Rahbini Mawardi

 

Image
Saung Angklung Udjo Buka Donasi Demi Eksistensi Kesenian Angklung

Saung Angklung Udjo Buka Donasi Demi Eksistensi Kesenian Angklung

Saung Angklung Udjo bernasib kurang baik akibat pandemi covid-19, dan terancam tutup permanen. Hal ini dikarenakan selama masa pandemi covid-19