Content: / /

Bupati Pamekasan Secara Resmi Membuka Acara Malam Kemilau Madura Yang Ke 488 Th.

Peristiwa

21 Oktober 2018
Bupati Pamekasan Secara Resmi Membuka Acara Malam Kemilau Madura Yang Ke 488 Th.

Prosesi pembukaan oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam beserta undangan - Foto ( yanto )

Pamekasan- Medialira.co.id - Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam turut memeriahkan Malam Kemilau Madura, dalam serangkaian hari jadi kabupaten Pamekasan yang ke-488 th, yang dipusatkan di area Monumen Arek Lancor Menjadi ajang silaturrahmi di Empat kabupaten di wilayah madura berlangsung meriah, Sabtu (20/10/2018) malam.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri para pejabat kab. Pamekasan di antaranya ketua DPRD, Pamekasan ketua pengadilan negri kab. Pamekasan, kementrian pariwisata (ibu sumiati) kenjeng prabu joyo negoro kraton amarta bumi kendal jawa tengah, (Sri Anggun ketu joyo negoro girinoto) DPR RI, DPRD JATIM, serta Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) atau OPD, Forpimka hingga kepala desa (kades) maupun lurah.

Termasuk juga para undangan dari berbagai wilayah di Madura, mulai dari Kabupaten Bangkalan, Sampang hingga Sumenep.

Adapun Para tamu undangan dari manca negara di antaranya konsulat Amirica, (ibu cristine) konsulat Australia, pada saat itu lansung di suguhkan dengan berbagai pentas budaya daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menyampaikan bahwa ulang tahun Kabupaten Pamekasan ke- 488 menandakan bahwa Pamekasan sudah menjadi kabupaten yang tidak muda lagi.

“Di umur yang sudah dewasa, kita senantiasa siap untuk tantangan global serta bekerja cepat, kerja cerdas menuju pamekasan hebat, untuk kemudian memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat di kab. Pamekasan,” kata Baddrut Tamam, Sabtu (20/10).

Lewat acara Malam Kemilau Madura menjadi media silaturahmi antar masyarakat di Madura. Sehingga bisa meneguhkan budaya yang ada di empat kabupaten yang ada di pulau Madura.

“Lewat sajian seni dan karya kreatif yang ditampilkan oleh empat kabupaten yang ada di Madura menandakan bahwa pembangunan di pulau Madura tidak bisa dilakukan oleh satu kabupaten saja namun harus dilakukan secara bersamaan,” ungkapnya.

Menurutnya membangun Madura tidak hanya membangun sarana dan prasarana fisik saja. Tetapi yang terpenting ialah membangun rasa percaya diri, jiwa dan keseluruhan budaya yang bertumpu mendorong kemajuan Madura di masa mendatang.

“Saya berkeyakinan pemerintah kabupaten yang ada di Madura memiliki komitmen dan semangat yang sama yaitu, membangun Madura sebagai satu kesatuan etnik, dan budaya dalam meraih masa depan Madura yang lebih hebat di tahun-tahun yang akan datang,” pungkasnya. Reporter: Ach. Yanto

Tinggalkan Komentar