Content: / /

Butuh Uluran Tangan Dari Pemerintah Sidoarjo, Warga Rusunawa Krian Sudah 10 Hari Tanpa Aliran Listrik

Peristiwa

21 Februari 2020
Butuh Uluran Tangan Dari Pemerintah Sidoarjo, Warga Rusunawa Krian Sudah 10 Hari Tanpa Aliran Listrik

Warga rusunawa Krian tanpa aliran listrik

Liramedia.co.id, Sidoarjo - Jeritan hati penghuni Rumah Susun sederhana sewa (Rusunawa) Tambak Kemerakan RT 11 RW 03 Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, cukup memprihatinkan, berhari- hari tanpa penerangan. Wajah-wajah kusam yang harus dilihat oleh pihak-pihak terkait, khususnya DPRD dan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.

"Kami berharap pemerintah peduli dengan nasib warga kami. Beberapa hari tidak ada aliran listrik, anak-anak kecil banyak yang menangis kalau malam hari akibat lampu padam," kata Misiadi selaku Ketua RT 11 Tambak saat ditemui wartawan di kediamanya.

Lanjut dia, "Dulu yang menempati Rusunawa sebanyak 35 KK dari Kelurahan Tambak, Kecamatan Krian sendiri, terus ada peraturan dan tambahan biayah lagi ahkirnya memutuskan kelur dari Rusunawa."

Dia juga menyampaikan, memang benar beberapa warganya yang menempati Rusunawa belum bisa bayar listrik.

"Itu beberapa orang saja lainya sudah bayar, tapi tetap saja dimatikan dari pihak PLN. Kami mohon toleransi untuk warga kami, apalagi warga kami penghasilanya mayoritas dari ngamen dan pedagang asongan," ujarnya.

Ia juga menambahkan, ini juga dampak dari pengusuran tahun lalu.

"Kami kira disini warga RT 11 Tambak Kemerakan makmur, ternyata yang didapat terlalu berat. Bayangin, tiap bulannya rata-rata mengeluarin uang Rp 700 ribu untuk bayar air, listrik dan tempatnya, terlalu berat. Pengasilan warga saya berapa untuk ia dapatkan hasil mengamen," jelas Misiadi.

Salah satu warga mengeluhkan pembayaran listrik ke kantor pihak pengelolah Rusunawa hanya dikasih bukti kuitansi yang tidak berstempel, hanya bertulis bolpoint saja.

Ia bingung mau bertanya kepihak pengelola Rusunawa, tapi semenjak beberapa hari pihak dari pengelola Rusunawa tidak berada di tempat, seakan-akan lepas tangung jawab.

"Dengan adanya lampu padam ini biasa, masyarakat kecil tidak tahu apa-apa," tutupnya sambil tertunduk lesu. (dori)

Tinggalkan Komentar