Camat Wringinanom Berikan Ijin Hajatan ke Perangkat Desa Lebani Waras, Warga Protes

Camat Wringinanom Berikan Ijin Hajatan ke Perangkat Desa Lebani Waras, Warga Protes

Camat Wringinanom, Suwartono

Liramedia.co.id, Gresik - Ditengah pandemi covid-19 dan giatnya Pemerintah Pusat dan Daerah untuk berupaya serta berusaha semaksimal mungkin bisa memutus rantai penyebarannya, justru Suwartono selaku Camat Wringinanom, Kabupaten Gresik, memberi ijin warganya yang kebetulan menjabat sebagai Kaur Kesra atau modin di Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom, untuk melaksanakan Hajatan pada pernikahkan anaknya pada 1 hingga 2 Agustus 2020 kemarin.

Hal ini terang saja membuat warga lain geleng-geleng kepala. Karena pada saat Gresik menjadi zona merah penyebaran covid 19, justru Camat Wringinanom mengizinkan perangkat desa menggelar hajatan hanya berdasarkan surat pernyataan dari yang punya hajat.

Saat dikonfirmasi ke Suwartono lewat sambungan telpon, dia membenarkan bahwa telah memberikan izin karena sudah dirundingkan dan disepakati bersama Kepala Desa Lebaniwaras.

Suwartono bilang bahwa menggelar hajatan tidak masalah sebatas tetap pada protokol kesehatan. Protokol kesehatan yang dimaksud cuci tangan, cek suhu badan, dan pakai masker.

Kebijakan Suwartono mendapat protes dari warga. Warga menduga, pemberian izin itu karena yang punya hajatan ialah perangkat desa sehingga mendapatkan prioritas.

"Pak camat lupa bahwa ada hal lain seperti bersalaman dan bersentuhan. Hajatan itu mengumpulkan banyak orang dan membuat kerumunan yang mana semua itu melanggar Perbub nomor 22 tahun 2020," kata seorang warga Desa Lebaniwaras yang namanya minta tidak dipublikasikan.

Dalam rapat tiga pilar pada Senin (6/7/2020) di Ruang Graita Eka Praja, Bupati Gresik, Sambari Halim Rudianto selaku Komandan Satuan Gugus Tugas Penanggulangan Penanganan Covid-19 didampingi Kapolres Gresik, AKBP Arif Fitrianto, Dandim 0817 Gresik, Letkol Infantri Budi Handoko, dan Satpol PP Gresik, menegaskan untuk memutus rantai penyebaran covid-19, dilakukan operasi jam malam di warung-warung kopi, terutama membubarkan setiap kerumunan dan memberikan sanksi tegas bagi pelanggar.

Ironisnya, di Kecamatan Wringinanom, justru Camat telah memberi izin warganya yang sekaligus sebagai Perangkat Desa untuk menciptakan dan membuat kerumunan.

"Sedangkan Polsek dan Koramil-pun terkesan tutup mata pada perayaan pesta pernikahan yang dilaksanakan oleh Kaur Kesra (modin) Desa Lebaniwaras tepatnya di RT 05," katanya.

"Mudah-mudahan dengan kebijaksanaan Camat Wringinanom ini, Desa Lebaniwaras khususnya Kecamatan Wringinanom pada umumnya tidak ada yang terpapar covid-19 pada acara itu. Dan tidak ada dendam dari warga lain yang berencana punya hajat tapi tidak dapat izin. Padahal, persiapannya sudah dilakukan," katanya. (Did)

Image