Content: / /

Catatan Akhir Tahun LIRA Mojokerto

Peristiwa

27 Desember 2017
Catatan Akhir Tahun LIRA Mojokerto

Logo LIRA

Liramedia, MOJOKERTO - Menjelang penutupan akhir tahun 2017, LSM Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Mojokerto memberikan catatan kepada penegak hukum dan pemerintahan di wilayah Mojokerto. Hasil catatan atas penilaian kinerja penegak hukum dan Pemerintahan ini diharapkan lebih baik di tahun berikutnya.

Dari segi hukum, LIRA Mojokerto yang dipimpin Suhatmoko sebagai Bupati LIRA Mojokerto menilai, bahwa kasus hukum yang paling menonjol selama tahun 2017 di Kabupaten Mojokerto ialah kasus korupsi, disusul kasus penyalahgunaan narkoba. Hampir setiap daerah di Mojokerto didapati penyalahgunaan narkoba. Bahkan, ada Bandar narkoba yang ditembak mati oleh pihak Kepolisian.

Urutan kasus berikutnya ialah pencurian motor (curanmor), berita hoax, dan kasus kenakalan remaja. Oleh karena itu, LIRA Mojokerto berharap agar penegak hukum di Mojokerto leboh tegas dan tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum. Selain itu, aparat kepolisian bisa mengayomi masyarakat.

Sisi lain yang diapresiasi LIRA Mojokerto ialah keberhasilan Polres Mojokerto dalam mengatur lalu lintas. Terbukti, kemacetan di wilayah Mojokerto mulai berkurang, serta kehadiran petugas Kepolisian untuk melakukan Patroli, baik di lingkungan Perumahan, pasar, mal, dan bank, sehingga angka kejahatan berkurang.

Untuk Kejari Mojokerto, LIRA Mojokerto meminta agar kasus yang ditanganinya atau laporan masyarakat terkait dugaan korupsi khususnya Dana Desa agar segera diusut dengan transparan. Jika ada oknum yang terindikasi terlibat dalam kasus ini, LIRA Mojokerto meminta Kejari mengambil langkah tegas.

Hal lain yang disoroti LIRA Mojokerto ialah pencapaian program Pemerintah Pusat di daerah, pemerataan ekonomi kerakyatan, pembangunan jalan poros desa, dan hotmix jalan cor di desa-desa se Kabupaten Mojokerto.

Patut dibanggakan, yakni Presiden Joko Widodo (Jokowi) memuji jalan-jalan cor di Kabupaten dan Kota Mojokerto. Bahkan, Jokowi menyebutkan, jalanan yang di cor di Kabupaten dan Kota di Mojokerto terbaik se-Jawa Timur.  

Saat peresmian jalan Tol Sumo belum lama ini, Jokowi menyebutkan bahwa jalan-jalan yang dicor itu akan memperlancar arus barang, supaya ekonomi di desa-desa tumbuh signifikan atau minimal tidak jeblok atau becek.

Di samping itu, maraknya laporan masyarakat atas buruknya pelayanan administrasi dan perizinan di Kabupaten Mojokerto agar dibenahi. Bupati dan Walikota Mojokerto harus mampu mengevaluasi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Pemkab dan Pemkot Mojokerto.

Dengan pesatnya kemajuan teknologi ini, seharusnya pelayanan ke masyarakat jadi lebih mudah dan praktis. Danb bagi PNS atau aparatur pemerintahan yang berprestasi, kiranya Pemkab dan Pemkot Mojokerto bisa memberikan bonus dan kenaikan tunjangan. Sebaliknya, jika ada aparatur Pemerintah yang buruk kinerjanya, maka layak dapat sanksi.

Dan yang tak kalah penting ialah aplikasi Dana Desa dan komunikasi antara pimpinan dengan masyarakat masih rendah. Juga, ditemukan dugaan pungutan liar (pungli) serta rapat di sejumlah hotel berbintang. Padahal sudah jelas, Presiden Jokowi mewanti-wanti agar tidak melakukan pungli dan rapat di hotel mewah.

Terakhir, LIRA Mojokerto menyayangkan komunikasi Humas Pemkab dan Pemkot Malang dengan LSM dan media lokal kurang begitu aktif. Dan lagi, soal kesehatan. Masalah pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat Posyandu, Puskesmas, hingga rumah sakit milik Pemerintah masih dikeluhkan masyarakat.  

Untuk itu, LIRA Mojokerto ingin pihak rumah sakit tidak membedakan pasien BJPS Kesehatan dengan pasien umum. Ke depan, mulai Posyandu hingga rumah sakit harus melakukan evaluasi secara menyeluruh. Dan kalau bisa, pemerataan tenaga medis sampai ke pelosok Mojokerto. (Arif Yulianto)

Tinggalkan Komentar