Content: / /

Catut Nama Pejabat, 4 Pelaku Diringkus Polres Tanjung Perak

Hukum

08 Mei 2018
Catut Nama Pejabat, 4 Pelaku Diringkus Polres Tanjung Perak

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto merilis tindak kejahatan mengatasnamakan pejabat

Liramedia.co.id, SURABAYA - Kepolisian Resort (Polres) PelabuhanTanjung Perak berhasil meringkus 4 pelaku dengan kasus penipuan mengatasnamakan sejumlah pejabat di seluruh Indonesia.

Terungkapnya kasus penipuan tersebut saat pelaku mengaku sebagai Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Antonius Agus Rahmanto, dan meminjam sejumlah uang. Keempat pelaku yang berhasil diamankan, yakni Alimuddin (43) warga Jakarta pusat, Haswin (36) warga Jakarta Utara, Candra (22) warga Sidrap Sulsel, dan Muctar (35) warga Cianjur Jabar.

Satu tersangka berinisial R dalam perburuan polisi atau DPO. Para pelaku mempunyai masing-masing peran.

"Pelaku Alimuddin mengaku sebagai Kapolres Tanjung Perak dan menelepon ke salah satu staf bagian keuangan Polres Tanjung Perak untuk meminta dikirimkan sejumlah nominal uang total pengiriman 150 juta rupiah," terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Uang tersebut dikirim dalam dua tahap. Pertama korban transfer uang sebesar 80 juta rupiah ke rekening Hasbullah yang diketahui dipegang oleh tersngka R (DPO). Selanjutnya 70 juta rupiah ke nomor rekening Nunung yang diketahui dipegang oleh terasangka Muctar.

Pemilik rekening ini mulanya tidak tahu menahu asal puluhan juta rupiah yang masuk ke rekeningnya. Atas kesediaan nomor rekening yang digunakan menampung uang hasil kejahatan komplotan para pelaku ini, ia diberi imbalan 20 persen dari total uang yang masuk.

"Selama ini komplotan tersangka telah berulang kali melakukan penipuan sejak tahun 2008. Pelaku sudah sering melakukan kegiatan seperti ini, namun belum pernah tertangkap. Kita berhasil melakukan ungkap kasus ini dengan sasaran mengatasnamakan para pejabat di berbagai instansi pemerintahan di wilayah Indonesia," jelas AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Selama pemeriksaan, pada tahun 2013 terungkap. Ia juga pernah berpura-pura mengaku sebagai Dirreskrimum Polda Jawa Timur, dan memeras seorang pengusaha dengan kerugian 600 juta rupiah dan tertangkap. Alimuddin kemudian dijebloskan kedalam penjara selama 2 tahun.

"Tak cukup sampai disitu saja, tahun 2015 Alimuddin kembali berurusan dengan pihak berwajib atas kasus narkoba," lanjut AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Aksi yang dilakukan komplotan Alimuddin tak terjadi satu atau dua kali, ia pernah mengaku sebagai ketua DPRD, Bupati, Walikota dan sejumlah pejabat sentral di berbagai daerah.

Dari yang disebut Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, total hasil kejahatan Alimuddin selama setahun terakhir, lebih dari 1 miliar rupiah.

"Kita berharap korban penipuan yang dilakukan komplotan alamuddin bisa melaporkan dan menghubungi Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," pinta Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Antonius Agus Rahmanto.

Kasus tersebut mencuat setelah korban menemui Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak bahwa dirinya meminta sejumlah uang kepada bendahara Polres PelabuhanTanjung Perak untuk biaya perpindahan jabatan dari Kapolres lama, melaporkan perihal uang yang di transfer. Saat itulah diketahui bahwa Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak tidak pernah meminta dan meminjam uang. 

Merasa dirinya tak melakukan hal tersebut, ia memerintahkan jajarannya memburu pelaku. Atas kejadian tersebut akhirnya korban membuat Iaporan Polisi.

Selain itu, petugas juga mendapati kasus penipuan jual beli secara online yang masih ada kaitan dengan komplotan ini. Modus yang digunakan pelaku dengan memasang produk ke sebuah situs online kemudian usai pembeli menyetor uang, barang tersebut tidak dikirim. Kedua pelaku ini sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu.

"Terhadap para pelaku yang positif akan kita lapis dengan undang-undang narkotika," kata AKBP Antonius Agus Rahmanto. 

Kemudian, pihaknya menghimbau, "Kami selaku pihak Polri Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak menghimbau kepada masyarakat supaya berhati-hati dalam ketika menerima telepon yang mengaku sebagai seorang mengaku sebagai Kapolres ataupun pejabat yang lainnya tolong cek dan Ricek apa bener nomor tersebut adalah nomor pejabat tersebut."

Lanjut dikatakan AKBP Antonius Agus Rahmanto, karena bagaimanapun juga Polri tidak pernah meminta sumbangan dan tidak pernah meminta sesuatu hadiah apapun itu lewat telepon ataupun sosial media agar diantisipasi. Itupun kami lakukan resmi lewat surat-menyurat jadi ketika ada permintaan apapun. (Meg)

Tinggalkan Komentar