Content: / /

Chatingan WahtsApp Cemarkan Nama Baik Negara,Warga Mading Laok Di Laporkan Ke Polisi

Hukum

07 September 2018
Chatingan WahtsApp Cemarkan Nama Baik Negara,Warga Mading Laok Di Laporkan Ke Polisi

Bukti Chat WhatsApp Yang Meresahkan Warga.

Liramedia.co.id, SUMENEP – Warga Desa Manding Laok, Kecamatan Manding harus berurusan dengan aparat penegak hukum. SD (Inisial) dilaporkan ke Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur atas perbuatan pencemaran nama baik (hate speech).

“Ia benar, kami laporkan pencemaran nama baik (hate space) ke Polres Sumenep kemarin,” kata Didik Kurniawan Setiabudi warga Dusun Rigi, Desa Manding Timur, sebagai pelapor, saat dihubungi media ini, Rabu (5/9/2018).

Menurut Didik Panggilan akrabnya, laporan itu berawal dari status Whatsapp terlapor tentang acara perayaan HUT RI ke-73 pada 17 Agustus 2018 di Desa Manding Laok, Kecamatan Manding pada 16 Agustus 2018 malam.

Saat itu status WA terlapor mengatakan jika penyelenggara acara, hiburan dan juga yang melihat merupakan orang gila. Bahkan, terlampor melalui chating WA pada terlapor mengatakan jika kegiatan atau perayaan kemerdekaan 73 punya orang gila.

Hasil chatingan tersebut disampaikan kepada warga saat acara penutupan kegiatan di Desa Manding Laok, sehingga  banyak warga yang merasa kecewa dan membuat pernyataan bermaterai atas perbuatan terlapor.

“Pernyataan itu ditandatangani oleh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan juga ratusan masyarakat. Dokumen itu telah disampaikan ke Polres sebagai bukti pendukung,” tegasnya.

Hal itu dijelaskan dalam surat laporan polisi nomor STPL/253/IX/2018/JATIM/ RES SMP tertanggal 5 September 2018.

Laporan itu diterima oleh BRIPDA Bismantoro Putra Pratama.

“Saya harap Polisi serius memproses laporan kami. Karena ini telah mencemarkan nama baik institusi atau warga indonesia,” harapnya.

Kasubbag Humas Polres Sumenep IPDA Agus Suparno mengakui jika Polres telah menerima laporan tersebut dan berjanji akan menindaklanjuti.

“Jika sudah ada yang melaporkan, pasti akan kami tindak lanjuti,” katanya.

Dalam waktu dekat penyidik akan melidik perkara itu, termasuk melakukan pemeriksaan pada sejumlah saksi.

“Apabila sudah selesai semua pemeriksaan saksi, pasti akan kami lakukan gelar perkara,” terangnya.

Dari laporan tersebut menurut Agus, terlapor bisa dijerat dengan pencemaran nama baik Pasal 45 ayat (1) Jo Pasal 27 ayat (3) Undang-undang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. (Red)

Tinggalkan Komentar