Content: / /

Cuma di 5 Kota, Kerugian Akibat Pembajakan Film Sebesar 1,4 Triliun Rupiah

Bisnis

08 Oktober 2018
Cuma di 5 Kota, Kerugian Akibat Pembajakan Film Sebesar 1,4 Triliun Rupiah

Fauzan Zidni (tengah) bersama Jamhadi (kanan) dalam talkshow Anti Pembajakan

LiraMedia.co.id, SURABAYA - Stop pembajakan. Penegasan itu disampaikan Fauzan Zidni, Ketua Umum Asosiasi Produser Film Indonesia/APROFI saat talkshow dengan tema "Kampanye Anti Pembajakan Surabaya" yang diadakan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) RI di Atrium Fashion Pakuwon Trade Center (PTC) Surabaya pada Sabtu (6/10/2018).  Hadir pula dalam talkshow itu ialah Dr.Ir. Jamhadi, MBA (Ketua KADIN Surabaya).

Akibat pembajakan film itu, menurut Fauzan, kerugian meteriil yang ditimbulkan sebesar 1,4 triliun dari 5 kota. Secara kesuluruhan di seluruh kota di Indonesia, kerugiannya dari sisi ekonomi mencapai 5 triliun rupiah.

"Belum lagi kerugian psikologis yang dialami produser dan insan film yang terlibat di dalamnya. Bayangkan jika nilai kerugian itu diinvestasikan lagi untuk bikin karya film yang lebih bagus," ungkap Fauzan.

Fauzan mengungkapkan, ada beberapa saluran berupa site atau DVD yang melalukan pembajakan. Misalnya indoXXI, Ganol, dan layar21. Belum lagi DVD bajakan yang dijual bebas di pasaran. Bahkan dari risetnya, ada 13 mal di Surabaya yang menjual DVD bajakan.

"Padahal sanksinya tegas, bagi tenant di mal yang menjual DVD bajakan, maka pemilik mal akan didenda Rp.100 juta. Walau nilainya tak seberapa, setidaknya ada kesadaran dari pemilik mal untuk menegur tenant yang jual DVD bajakan," tegas Fauzan.

Fauzan menegaskan, pentingnya hak cipta di industri film karena bisa melindungi hak penciptanya. Namun, pelanggar hak cipta tidak bisa ditindak hukum tanpa adanya aduan.

"UU Hak Cipta adalah delik aduan. Jadi Polisi tidak bergerak kalau tidak ada aduan. Jika berbasis web, Produser menguasakan hak kuasa untuk laporkan ke Kemenkumham. Nanti Kemenkumham meneruskan ke Kominfo. Kominfo yang akan blok website pembajakan itu. Dalam kurun waktu 2 tahun ini, ada 550 situs pembajakan yang diblokir Kominfo," urainya.

Menurutnya, website pembajakan tumbuh subur karena pendapatan mereka dari iklan juga banyak.

"Kalau nonton film semisal di XXI online, itu pembajakan. Iklan-iklannya berupa judi, pornografi, dan malware. Mereka mendapatkan film itu tidak bayar ke produser. Tapi mereka dapat uangnya dari iklan. Beda dengan saluran resmi yang sudah kerjasama dengan kami, yaitu iflic, netflix, dan lain-lain. Andai nonton di bioskop atau saluran resmi itu, produser retur investasi, dan akan produksi film lebih bagus lagi," kata Fauzan.

Beberapa operandi terjadinya pembajakan meliputi cam recording dan juga instant story. Dikatakan Fauzan, untuk kasus cam recording yang telah diungkap dalam 2 tahun ini ada 3 kasus dan telah dipidana selama 9 tahun serta denda Rp 3 miliar.

Dalam upaya mengungkap cam recording itu, pihaknya mengirim data forensiknya ke Amerika Serikat. Dari lembaga di Amerika Serikat itu, akan diselidiki forensiknya dengan memakan waktu kurang lebih 3 minggu.

"Dari analisis forensik itu akan ketahuan, di layar bioskop mana pelaku merecord, jam berapa, semuanya ketahuan," jelasnya.

Belum lagi fenomena instant story, contohnya live di facebook sambil.shoot film. Menurut Fauzan, itu juga masuk dalam bentuk pembajakan. Namun, penggunanya tidak banyak tahu terkait hal tersebut.

Tentu, pembajakan itu menjadi penghambat disaat situasi film di Indonesia sangat bagus. Tahun lalu saja, jumlah penonton bioskop di Indonesia sejumlah 47 jutaan penonton. Tahun ini, diprediksi naik jadi 50 juta penonton.

"Adapun marketshare sebesar 40% naik dari tahun sebelumnya hanya 30%, atau nomor 7 dunia. Pertama ialah India, China, Turki, Korea Utara. Jumlah film yang diproduksi sebanyak 200 judul dari berbagai genre, dan jumlah layar mencapai 1600 layar. Ditargetkan tahun 2018 ini mencapai 2000 layar," ungkap Fauzan Zidni. (Did)

Tinggalkan Komentar