Content: / /

Dampak Keretakan Rumah Dampak Proyek Dharmahusada Lagoon Diproses Sesuai UU Jasa Konstruksi

Bisnis

30 Juli 2019
Dampak Keretakan Rumah Dampak Proyek Dharmahusada Lagoon Diproses Sesuai UU Jasa Konstruksi

Jamhadi

LiraMedia.co.id, SURABAYA - Terkait dampak pembangunan apartemen Grand Dharmahusada Lagoon yang mengakibatkan retaknya tembok beberapa rumah warga Perumahan Dharmahusada Mas, Kecamatan Mulyosari, Kota Surabaya, ditanggapi oleh Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA. Proyek tersebut dikerjakan oleh PT PP Properti Tbk (PPRO).

"Sehubungan dampak rusaknya bagian rumah di sejumlah rumah di Perumahan Dharmahusada Mas akibat adanya pembangunan apartemen, ganti rugi dan antisipasinya itu sudah diatur dalam kontrak konstruksi kontraktor. Ada atau tidaknya tanggungjawab disitu disebutkan secara jelas," ujar Jamhadi.

Menurut Jamhadi, dalam menyelesaikan dampak pembangunan yang merugikan lingkungan termasuk yang merugikan warga, kontraktor harus menyelesaikan secepatnya. Karena itu sudah diatur dalam Undang Undang (UU) Jasa Konstruksi.

"Tapi jangan dipolitisir. Kuncinya dalam implementasi tahap kerja, masing-masing pihak memenuhi kaidah-kaidah yang ada dalam setiap butir ketentuan dalam Undang Undang dan kontrak. Itu sebagai business solution bagi setiap permasalahan. Baik antisipasi maupun atas masalah yang sudah terjadi," jelas Jamhadi.

Untuk diketahui, kawasan Perumahan Dharmahusada Mas, Mulyosari, Kota Surabaya, ambles atau mengalami penurunan permukaan tanah. Akibatnya, sekitar 200 rumah warga di permukiman ini mengalami kerusakan.

Disinyalir, kerusakan itu sebagai dampak pembangunan basement apartemen Dharmahusada Lagoon. Proyek Apartment Grand Dharmahusada Lagoon merupakan proyek superblok yang dikerjakan PT PP Properti Tbk di atas lahan 4,2 hektar. (did)

Tinggalkan Komentar