Content: / /

Dari Kopi Sampai Wisata Jadi Daya Tarik Investor Rusia, Jamhadi : Masih Banyak Komoditi yang Diminati Rusia

Bisnis

01 Agustus 2019
Dari Kopi Sampai Wisata Jadi Daya Tarik Investor Rusia, Jamhadi : Masih Banyak Komoditi yang Diminati Rusia

Jamhadi di business forum di Rusia

LiraMedia.co.id, MOSCOW - Tim Ahli Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Jawa Timur, Dr Ir Jamhadi, MBA, mengikuti business forum yang digelar di The Ritz Carlton Hotel, di Kota Moscow, Rusia. Ada 164 perusahaan asal Rusia dari berbagai jenis bidang usaha yang mengikuti kegiatan ini.

Jamhadi yang juga CEO PT Tata Bumi Raya ini memaparkan berbagai hal tentang Jawa Timur di pertemuan tersebut, termasuk kesempatan bisnis yang ada di Jawa Timur. Beberapa sektor industri yang disebut Jamhadi berpeluang digarap oleh investor dari Rusia.

Sektor itu antara lain industri kimia farmasi, industri makanan, industri karet dan bahan dari karet, industri percetakan, alat mekanik, kendaraan dan spare part, mesin elektrik, dan infrastruktur wisata.

Peluang lain yang dipaparkan Jamhadi ialah industri perkapalan dengan nilai investasi USD 2,720 miliar, halal port dan bisnis syariah dengan nilai investasi USD 18,500 miliar, wisata Situbondo butuh investasi USD 30,600 muliar, fasilitas wisata Gunung Bromo nilai investasi USD 20,480 miliar. Ada pula PIER Industrial Park dengan nilai investasi USD 21,152 miliar, KASA Husada Medical Equipment dengan nilai investasi USD 15,640 miliar, industri baja butuh investasi senilai USD 210,500 miliar, bisnis properti developer dengan investasi USD 120 miliar, toll road Probolinggo- Banyuwangi nilai investasi USD 2,183 triliun, dan geothermal USD 110 miliar.

"Dalam business forum itu, perusahaan Rusia ada yang minat investasi bidang stell dan mesin-mesin, oil and gas, serta bidang pariwisata," ungkap Jamhadi, yang juga Komisaris Utama PT Surya Bangin Indah, perusahaan properti yang beralamat di Jalan Raya Rungkut Asri nomor 16 Surabaya.

"Penduduk Rusia senang berwisata. Tahun ini, penduduk Rusia yang berwisata Ke Turkei sebanyak 13 juta. Itu jumlah yang luar biasa. Apalagi ada direct flight Istambul ke Bali. Kenapa mereka tidak diajak Ke Jawa Timur, Sedangkan Jatim dekat dengan Bali. Jika ini terlaksana, bisa meningkatkan bisnis wisata hotel, restaurant, dan makanan minuman produksi UMKM. Kami tawarkan di Bangkalan sebagai Halal Port," papar Jamhadi, yang masuk bursa bakal calon Wali Kota Surabaya yang digadang diusung PDIP dan juga masuk running calon Ketua KADIN Jatim melanjutkan keberhasilan La Nyalla Mattalitti.

Komoditi lain yang jadi minat pengusaha Rusia ialah kopi.

Menurut Jamhadi, ada pengusaha Rusia yang langsung order sejumlah kopi terhadap pelaku usaha kecil menengah (UKM) asal Jawa Timur yang serta dalam business forum. Jika pengusaha Rusia bisa berinvestasi ke Jawa Timur, maka bukan tidak mungkin perekonomian Jawa Timur akan tumbuh.

Dalam data yang disebut Jamhadi, realisasi investasi Jawa Timur kuartal I tahun 2019 Rp 12,71 triliun. Rinciannya, foreign direct investmen (FDI) ada 875 proyek dengan nilai investasi Rp 2,63 triliun, dan menyerap 2.815 tenaga kerja.

Sedangkan investasi dalam negeri ada 1.223 proyek dengan nilai Rp 9,95 triliun dan menyerap 8.796 tenaga kerja.

Dari asal negara, realisasi investasi Singapura ada 97 perusahaan dengan nilai Rp 1,49 triliun dan menyerap 1.540 tenaga kerja. Lalu China ada 61 perusahaan, Jepang ada 38 perusahaan, Belanda ada 25 perusahaan, Korea Selatan ada 28 perusahaan, British Virgin Island ada 24 perusahaan, India ada 8 perusahaan, Malaysia ada 13 perusahaan, Saudi Arabia ada 3 perusahaan, Yaman ada 1 perusahaan, dan negara lainnya sebanyak 59 perusahaan. Total ada 357 perusahaan FDI di Jawa Timur.

Untuk diketahui, delegasi Jawa Timur ke Rusia untuk mempromosikan trade, tourism, dan investment. Mereka dari Pemprov Jawa Timur, KADIN, UMKM, DPRD Jawa Timur dan BKPM RI.

Dari Pemprov Jatim yang turut serta ialah Andromeda Womariah (Dinas Penanaman Modal) dan Fitrotun. Kemudian ada Indra Darmawan (Direktur Regional BKPM RI), Andi Bardiansyah (Kepala Seksi Fasilitas BKPM RI), Evita Sanda (Kepala Sub Direktorat Fasilitasi BKPM RI).

Dari DPRD Jawa Timur meliputi Mr Kodrat Sunyoto, Mr Giyanto, Mr Akik Zaman, Mr Kusnadi, Mrs Anik Maslachah, Mrs Anisa Syakur, Mr Mahud, Mr Malik Effendi, dan Irwan Setiawan. Juga hadir pelaku usaha dari KADIN dan UMKM, seperti Ummu Kholifah (Direktur Nuva Market), Tarmudi (Direktur Graha Rejeki Indonesia), Endang (Direktur Sendy Leather), Bachtiar Widhi Utama (Direktur CV Eyang Marto), Jimmy Tjandra (UD Berkat Abadi Jaya), Ahmad Irawan (Direktur Batik Olive). (did)

Tinggalkan Komentar