Content: / /

Desa Pelam Lakukan Musdes Bahas Pelepasan Tanah Kas Desa Serta Menetapkan Sebagai Tanah Pengganti

Kades

29 Juli 2018
Desa Pelam Lakukan Musdes Bahas Pelepasan Tanah Kas Desa Serta Menetapkan Sebagai Tanah Pengganti

Musdes Desa Pelem

BOJONEGORO (SurabayaPost.id) -Bertempat di Balai Desa, Pemerintah Desa (Pemdes) Pelem, Kecamatan Purwosari, melaksanakan musyawarah bersama dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Pemerintah Kecamatan Purwosari dan juga Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, melaksanakan Musyawarah Desa (Musdes) membahas Tanah Kas Desa (TKD) Pelem pada hari Jumat, tanggal 27 Juli 2018.

Pembahasan Musdes tersebut bertujuan untuk pelepasan TKD mengumumkan dan menetapkan lahan tanah calon pengganti TKD seluas 5.136 m² yang akan digunakan untuk Proyek Pengembangan Lapangan Gas Unitisasi Jambaran – Tiung Biru (JTB) yang merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional.

Kegiatan Musdes yang dihadiri oleh Perwakilan SKK MIGAS, Perwakilan Pertamina EP Cepu (PEPC), Camat Purwosari, Bayudono, Kepala Desa Pelem, Sudawam, langsung dipimpin oleh Ketua BPD Pelem, Maftukhan.

Terdapat beberapa poin yang penting, yaitu, Kegiatan Musdes tersebut telah melalui serangkaian tahapan, antara lain melalui penilaian 8 (delapan) tanah calon pengganti yang dilaksanakan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Delapan tanah yang dimaksud adalah tanah milik Purnomo, Hadianto, Munadji, Imam Soli, Djarmin, Sonden Winarto, Yusmirah dan Warsini.

Delapan lahan pengganti tersebut di atas telah dikomunikasikan hingga Pemkab Bojonegoro dan DPRD Komisi A yang kemudian menyarankan untuk memilih lahan yang sekiranya paling menguntungkan untuk desa, baik dari harga, luasan, kesuburan maupun kemudahan akses menuju lahan pengganti.

Setelah dilakukan evaluasi dan pengkajian, akhirnya Musdes memutuskan untuk melepas tanah TKD yang akan digunakan untuk proyek JTB dan juga memutuskan lahan pengganti TKD adalah milik Munadji.

Poin-poin diatas disampaikan langsung oleh Ketua BPD Pelem, Maftukhan berdasarkan persetujuan anggota BPD dan mayoritas peserta Musdes. Sementara itu Kades Pelem menyatakan bahwa Musdes yang dilaksanakan desa tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan telah dilakukan konsultasi dengan pihak terkait, utamanya Pemkab Bojonegoro.

“Alhamdulillah, hari ini Musdes sudah terlaksana dan telah diputuskan bahwa tanah pengganti TKD Pelem adalah milik Pak Munadji. Kami berharap setelah Musdes ini, SKKMIGAS dan PEPC dapat memberi kesempatan lebih kepada masyarakat Desa Pelem dengan mengajak mereka berpartisipasi dalam proyek JTB sesuai dengan keterampilan yang dimiliki,” kata Kades Dawam.

PEPC selaku operator Proyek JTB melalui PGA & Relations Manager, Kunadi, mengatakan terimakasihnya kepada BPD Pelem dan Pemerintah Desa Pelem, Kecamatan Purwosari dan Kabupaten Bojonegoro atas dukungannya selama ini terhadap pelaksanaan Proyek JTB.

Kunadi mengucapakan rasa terimakasih atas di laksanakannya Musdes tersebut, terutama kepada Ketua BPD Pelem Maftukhan, Kades Pelem Sudawam dan pihak-pihak terkait serta berharap proses administrasi penetapan lahan pengganti TKD Pelem dapat segera di selesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Atas nama perusahaan kami juga mohon bantuan doa dan dukungan semua pihak yang terkait agar Proyek JTB dapat berjalan lancar, dan selesai tepat waktu sehingga bermanfaat dan menjadi kebanggaan masyarakat Bojonegoro,” pungkas Kunadi.

(ndo/Jun)

Tinggalkan Komentar