Content: / /

Di Desa Hulaan Ada Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Embung Terancam Tertimbun

Kades

14 Juli 2018
Di Desa Hulaan Ada Tempat Pembuangan Akhir Sampah, Embung Terancam Tertimbun

Timbunan sampah di Desa Hulaan yang mengancam keberadaan embung

GRESIK (SurabayaPost.id) - Permasalahan sampah sejauh ini belum mendapatkan solusi yang tepat. Tiap hari, ribuan ton sampah dihasilkan oleh rumah tangga maupun pasar. Seperti halnya di Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, tepatnya di Desa Hulaan.

Disana terdapat lahan kosong yang berada di samping embung. Lahan tersebut dijadikan tempat pembuangan akhir berupa sampah plastik dan sampah organik.

Sontak, tumpukan sampah tersebut mengancam keberadaan embung untuk penampunhan air saat musim hujan datang. Tak jarang pula, bau menyengat dihasilkan dari tempat tersebut. Meski lokasinya berada di tepi jalan raya, namun aparat setempat belum mengambil tindakan tegas untuk menghentikan penumpukan sampah yang tiap hari diangkut oleh truk.

Saat sidak di lokasi tersebut, tim dari Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPW Jawa Timur menemukan adanya dugaan pembuangan sampah non organik di lokasi tanpa izin.

Salah satu tim DPW LIRA Jatim, Mulyono menyayangkan kurang tegasnya aparat Pemerintah yang tak peduli terhadap lingkungannya dengan membiarkan pembuangan sampah di sembarang tempat.

"Lokasinya dekat dengan Kantor Camat Menganti dan Pasar Menganti, hanya berjarak beberapa kilometer saja. Anehnya, kenapa terjadi pembiaran hingga sampah plastik itu ditumpuk di dekat embung," kata Mulyono.

Akibat tumpukan sampah plastik itu, bukan tidak mungkin akan jadi sumber penyakit karena ditimbulkan oleh bau tak sedap. Bahkan, embung disampingnya terancam ikut tertimbun.

"Lebih memprihatinkan lagi, lokasi pembuangan sampah itu dekat dengan permukiman penduduk yang bisa menularkan penyakit," tegas Mulyono.

Sebagai solusinya, Mulyono mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) turun ke lokasi untuk menindaknya, termasuk pula Dinas Pertanian Gresik dalam kaitannya dengan embung yang terancam tertutup sampah.

"Aparat Pemerintah harus bergerak cepat jika ingin menyelamatkan lingkungan dan ketersediaan air di embung," kata Mulyono.

(did)

Tinggalkan Komentar