Content: / /

Di Forum Silaturahmi KADIN se-Jawa Timur, Jamhadi Sebut Kesuksesaan La Nyalla Pimpin KADIN Jatim

Bisnis

30 Oktober 2019
Di Forum Silaturahmi KADIN se-Jawa Timur, Jamhadi Sebut Kesuksesaan La Nyalla Pimpin KADIN Jatim

Jamhadi

Liramedia.co.id, Bondowoso - Keberhasilan La Nyalla Mahmud Mattalitti dalam menjalankan roda organisasi Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Jawa Timur dipaparkan Dr Ir Jamhadi, MBA, dihadapan sejumlah ketua dan pengurus KADIN se-Jawa Timur, perwakilan Gabungan Importir Nasional Indonesia (GINSI) Jawa Timur, dan perwakilan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Jawa Timur.

Menurut Jamhadi, sebelum Pak La Nyalla menjabat Ketua Umum KADIN Jawa Timur, jumlah entrepeneur dari data Badan Pusat Statistik (BPS) sebesar 1,7%, dan sekarang menjadi 3,9%. Artinya, program-program yang dijalankan Pak La Nyalla bersama para Wakil Ketua Umum dan dirinya sebagai Tim Ahli KADIN Jawa Timur serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah sukses meningkatkan jumlah entrepeneur di Jawa Timur.

Pemaparan Jamhadi itu disampaikan dalam acara Forum Silaturahmi KADIN Provinsi Jawa Timur di Hotel Grand Padis, Kabupaten Bondowoso, Provinsi Jawa Timur, pada Senin malam, 28 Oktober 2019.

Tidak hanya meningkatkan jumlah entepeneur, menurut Jamhadi, La Nyalla juga berhasil meningkatkan sumber daya manusia (SDM) unggul dan berdaya saing global dengan didirikannya KADIN Institute, yang sekarang Jamhadi dipercaya sebagai Direktur KADIN Institute.

Atas prestasi-prestasi dan kesuksesan kinerja Pak La Nyalla di KADIN Jawa Timur, maka Jamhadi ingin melanjutkannya kesuksesan Pak La Nyalla dengan maju sebagai bakal calon Ketua KADIN Jawa Timur.

Ada sejumlah program yang disiapkan Jamhadi. Diantaranya ialah menginisiasi rancangan peraturan daerah (Raperda) khususnya Raperda ekonomi kreatif, menyiapkan outlook ekonomi ke Pemerintah Kota/Kabupaten setiap tahun, UMKM Naik Kelas dengan communal branding, pameran tematik setiap bulan selama setahun dengan tema berbeda. Program berikutnya ialah menjalankan kepemimpinan sistem delegasi sehingga para Wakil Ketua Umum adalah ketua yang sesungguhnya di bidangnya masing-masing, melakukan sister KADIN skala nasional ataupun internasional, meningkatkan peran KADIN daerah dengan kerjasama quatro helix (akademisi, bisnis, komunitas, Pemerintah).

Dalam hal UMKM, Jamhadi siap mendirikan dan mengoptimalkan Klinik Bisnis, bekerjasama dengan (Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) dan KADIN Institute, menyediakan panduan ekspor dan riset pasar, membuat neraca barang, tenaga kerja, dan produk dalam menghitung demand and supply, menyiapkan direktori produk, memiliki market place, menyiapkan co-working space, menghadirkan smart city, smart village, creative city dan creative village, melaksanakan one village one product, one pesantren one product.

Program berikutnya ialah mengakses pasar barang dan jasa keuangan termasuk crowd funding, bursa efek, bank konvensional, bank syariah, lembaga keuangan global, Kedubes, WTO, dan lain-lain.

Dan meningkatkan peran SCR, berkolaborasi bersama Bupati/Wali Kota atau Gubernur untuk menerbitkan Surat Edaran (SE) kepada pengusaha menjadi anggota KADIN yang saling memberi manfaat.

"Saya siap mendampingi dan turun ke KADIN daerah. Tantangan kita ialah bagaimana meningkatkan TTI (trade, tourism, investment). Kami ada solusi, termasuk solusi pembentukan Productivity Center dikala terjadi kenaikan upah minimum kabupaten/kota. Upah boleh naik, tapi produktivitas harus ditingkatkan," ujar Jamhadi.

Di sela acara Forum Silaturahmi KADIN se-Jawa Timur itu, hadir juga perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyampaikan tata cara mendapatkan permodalan melalui IPO (initial public offering). Sosialisasi disampaikan oleh Head of Representative Office East Java IDX, Dewi Sriana Rihantyasni. (did)

Tinggalkan Komentar