Content: / /

Dinas Perkebunan Jatim Sertifikasi Kopi demi Jaga Kualitas

Advertorial

14 September 2017
Dinas Perkebunan Jatim Sertifikasi Kopi demi Jaga Kualitas

Samsul Arifin bersama petani kopi

Liramedia.co.id, SURABAYA - Kopi merupakan salah satu komoditi perkebunan yang masuk dalam katagori komoditi strategis. Komoditi ini penting karena memenuhi kebutuhan domestik maupun sebagai komoditi ekspor penghasil devisa negara. Oleh karenanya, Dinas Perkebunan (Disbun) Jawa Timur terus mengupayakan untuk meningkatkan produksi dan kualitas kopi di wilayahnya.

Salah satu upaya itu dengan melakukan sertifikasi kopi organik. Pada Jumat, 19 Mei 2017 lalu, Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, Ir Moch Samsul Arifien, MMA, menyerahkan sertifikat kopi robusta organik kepada kelompok tani “Harapan” di Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Dilakukannya sertifikasi kopi robusta organic ini dengan harapan kopi Dampit akan semakin maju dan berkembang dengan pesat.

Kehadiran Ir Moch Samsul Arifien, MMA dan rombongan ini disambut oleh kelompok tani kopi dari wilayah Kecamatan Dampit, Sumbermanjing Wetan,Tirtoyudo dan Ampelgading. Hadir pula Kapolsek Dampit AKP Amung Sri Wulandari bersama Camat dan perwakilan dari Danramil, serta dinas perkebunan / pertanian Kabupaten Malang.

Selain melakukan sertifikasi, Dinas Perkebunan Jawa Timur juga melakukan pelatihan-pelatihan pada kelompok-kelompok tani kopi di seluruh Jawa Timur agar kualitas kopi yang dihasilkan terjaga.

Hal itu diakui oleh Bambang Sriono selaku Ketua Asosiasi Petani Kopi kepada Warta Agro belum lama ini. Menurutnya, perkembangan kopi di Jatim saat ini sangat pesat baik dari sisi produksi maupun teknologi pengolahan (pasca panen). Itu semua dilakukan untuk memenuhi permintaan pasar yang semakin kritis mengenai mutu kopi.

Maka itu, pihak-pihak terkait termasuk Dinas Perkebunan Jawa Timur, Puslitkoka, Bank Indonesia, dan beberapa pihak lain membantu petani dengan memberikan fasilitas berupa pinjaman dan alat produksi supaya mereka mengolah produknya sesuai SOP (Standar Operationing Procedure).

Khusus Dinas Perkebunan Jatim, Bambang menyebut sejumlah bantuan yang diberikan kepada petani diantaranya pelatihan, bibit kopi yang bersertifikat, alat mesin untuk pengolahan pasca panen, bahkan mesin untuk pengolahan hilir.

“Jadi saat mulai petik kopi seperti sekarang ini petani sangat terbantu. Dan petani juga diimbau untuk memperhatikan kualitas kopi mulai dari pemilihan varietas benih, perawatan, panen sampai proses memasak kopi tidak boleh asal-asalan,” kata Samsul, yang saat ini sudah memasuki masa pensiun.

Tidak cukup itu saja. Dikatakan Bambang, Bapa Ir Moch Samsul Arifien, MMA belum lama ini juga mengunjungi Bondowoso. Maksud kunjungannya itu untuk membuat suatu proyek film tentang kopi. Diproduksinya film itu agar kopi di Jawa Timur khususnya di Kabupaten Bondowoso yang terkenal dengan kopi arabika Java Ijen Raung kian diminati pasar ekspor.

“Kunjungan beliau untuk berkoordinasi dengan petani dan pejabat setempat untuk pembuatan film tentang kopi,” katanya.

Di lain tempat, Ir Moch Samsul Arifien, MMA, menyatakan bahwa petani kopi di Jawa Timur sudah memiliki modal pengetahuan tentang kopi. Hanya saja, terkait bagaimana menjadikan kopi sebagai produk yang berkualitas dan menjadi brand daerah, para petani masih memerlukan pendampingan.

Beberapa Kopi yang memiliki merk sendiri itu antara lain, Kopi merek Kapiten dari Pasuruan, Kopi Kayumas Situbondo, Kopi Ijen Raung Bondowoso. Kelompok kelompok usaha kopi dipastikan akan bertambah yang akan mendaftarkan merek dagangnya.

Dinas Perkebunan Jatim akan terus mendampingi petani dengan mendatangkan para ahli dan akademisi agar pengetahuan petani tentang kopi semakin luas. Di sisi lain, pihaknya juga memberikan bantuan alat dari alat penjemur kopi, mesin pecah kulit sampai penggorengan kopi.

Dinas Perkebunan selalu mengajak para petani memanen merah kopi atau panen kopi saat benar-benar matang. Dengan panen merah dan matang, selain harga jual lebih mahal, cita rasanya juga menjadi lebih nikmat.

Kopi di Jawa Timur dikenal dengan kualitasnya bagus dibandingkan negara penghasil kopi lain, misalnya dari Vietnam maupun Brazil. Bahkan, ada beberapa produk kopi dari Jatim yang sudah menembus pasar ekspor seperti Kopi Java Ijen Raung yang sudah mendapat sertifikat indeks geografis (IG), dan Kopi Dampit dari Malang, yang sudah menembus ke Eropa dan Maroko. (jun)

 

Tinggalkan Komentar