Content: / /

DLH Diminta Tindak Pabrik Saos Lautan Agung Bahagia

Peristiwa

20 Juli 2018
DLH Diminta Tindak Pabrik Saos Lautan Agung Bahagia

Limbah industri Lautan Agung Bahagia mencemari aliran air

Liramedia.co.id, SIDOARJO - Perusahaan Lautan Agung Bahagia yang memproduksi saos merk Laba Laba tak mengindahkan aspek lingkungan dalam menjalankan operasional usahanya.

Bau menyengat ditimbulkan dari limbah industri skala rumah tangga tersebut.

Saat media ini mendatangi lokasi, dari luar memang hanya tampak beberapa botol saos. Di dalam, beberapa karyawan sibuk memproses bahan-bahan untuk diolah jadi saos, seperti wortel, pasta tomat, dan beberapa bahan lainnya.

Tiap hari, industri rumahan yang beralamat di Dusun Kasak RT 02 RW 03, Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo, memiliki kapasitas produksi kurang lebih 5000 botol saos.

Proses produksi dilakukan secara manual. Hanya saja, industri rumahan tersebut tak mengindahkan aspek lingkungan. Bau menyengat dari buangan limbah tercium dari sekitar lokasi industri, karena belum memiliki alat pengolah limbah.

Lebih parah lagi, limbah cair dibuang di selokan melalui saluran pipa. Meski punya alat penampungan limbah, namun belum cukup untuk menampung limbahnya.

Tak ayal, jika hujan datang, limbah cair itu akan meluber dari selokan dan membahayakan air bersih di sekitar lokasi industri. Pemilik industri, Farchan, seolah tak mau tahu tentang limbah yang dibuang di selokan.

Malah, dia menantang yang datang mengecek.

"Kami sudah didatangi Polda, Dinkes kesini. Dinkes memperbolehkan memproduksi," kata Farchan.

Saat ditanya terkait izin lingkungan dan dampak lingkungan yang ditimbulkan seperti bau anyir, Farchan berkelit bahwa sebentar lagi produksinya akan pindah. Sehingga dia tak mempermasalahkan meski industrinya membuang limbah di selokan dan tanpa izin.

"Desember, kami akan pindah. Jadi buat apa izin lingkungan. Biar saja," ujar Farchan.

Saat sidak lokasi, Wakil Ketua DPD Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Sidoarjo, Mulyono merasa prihatin dengan industri yang dikelola Lautan Agung Bahagia tanpa memperhatikan lingkungan sekitar. Padahal sangat jelas, Lautan Agung Bahagia membuang limbah di selokan yang sangat membahayakan ekosistem yang ada.

"Baunya pun sangat terasa. Hidung perih jika menciumnya. Memang limbah cair yang dibuang, tapi bentuknya kental. Jika tiap hari seperti itu, yang terjadi ialah kerusakan lingkungan dan air sumur warga akan terpapar limbah itu," jelas Mulyono.

Mulyono pun akan membuat laporan terkait pembuangan limbah tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan Dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

"Biar ada efek jera terhadap pemilik Lautan Agung Bahagia, maka akan segera kami susun laporannya disertai bukti-bukti yang kami kumpulkan. Itu sudah masuk ranah kejahatan lingkungan yang bisa dipidana karena dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara dan baku mutu air," tegas Mulyono.

(Did)

Tinggalkan Komentar