DPD LSM LIRA Kota Probolinggo Tanggapi Dugaan Proyek RSUD Kota Probolinggo Diduga Gunakan Material Tambang Ilegal

DPD LSM LIRA Kota Probolinggo Tanggapi Dugaan Proyek RSUD Kota Probolinggo Diduga Gunakan Material Tambang Ilegal

Pekerja di proyek RSUD Kota Probolinggo

Liramedia.co.id, Probolinggo - Walikota DPD LSM LIRA Kota Probolinggo, Prasetyo Eko menyanggah pemberitaan di Liramedia.co.id tentang proyek RSUD Kota Probolinggo diduga menggunakan material dari galian c diduga ilegal.

Dilansir dari liputan5news.com, Prasetiyo Eko mengatakan, pemberitaan tersebut merupakan sebuah opini yang difaktakan oleh oknum Ketua Perkumpulan Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Safri Agung, untuk menghambat dan menggagalkan pekerjaan proyek RSUD.

Kata dia, mereka hanya menduga-duga tanpa adanya data yang lengkap dan tidak ada konfirmasi pada pihaknya sebagai pemilik quary tambang di Desa Patalan, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo. 

"Sedangkan tanah urug yang dikirim ke proyek RSUD Kota Probolinggo berasal dari 3 quary, yaitu dari quary ijin tambang UD Anugerah, quary ijin tambang milik Fauzimah, dan quary ijin tambang milik Prasetiyo Eko Karso," katanya.

Menurut Eko, ketiga quary tambang itu sudah sama-sama lengkap ijinnya atau tidak.

"Jadi kami merasa keberatan bila tanah urug yang kami kirim ke lokasi pembangunan proyek RSUD Kota Probolinggo dianggap berasal dari quary tambang yang tidak lengkap dokumen perijinannya atau ilegal," tegas Walikota LSM LIRA Probolinggo Kota.

Menurutnya, tim investigasi dari liramedia.co.id diduga ada upaya penghambatan terhadap berdirinya proyek gedung RSUD Kota Probolinggo yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Probolinggo.

"Dugaan yang dituliskan oleh liramedia.co.id terkait pengerjaan proyek yang berasal dari anggaran negara tersebut dianggap tidak relevan dan melanggar hukum. Pasalnya pemberitaan tersebut tidak ada klarifikasi kepada pihak saya pemilik quari tambang dan kepada pemilik quari yang lain sebagai pengirim bahan material tanah urug ataupun pihak PT Anggaza selaku pemenang tender proyek RSUD," tegas Eko.

Sebelumnya, diberitakan di Liramedia.co.id dengan judul "Proyek RSUD Kota Probolinggo Diduga Jadi Penadah Tanah Urug Ilegal", bahwa proyek RSUD Kota Probolinggo diduga memasok material diduga dari galian c diduga ilegal.

“Sangat kami sayangkan, pembangunan proyek RSUD Kota Probolinggo yang ada di Jalan Prof Hamka dengan nilai proyek sebesar Rp. 13.708.055.665,61 diduga jadi penadah material tanah urug yang berasal dari galin c tanpa dilengkapi izin usaha pertambangan (IUP) atau tambang illegal,” ungkap Safri Agung, Walikota LIRA Kota Probolinggo kepada Lira Media, Jumat, 16 Oktober 2020. (*)   

Image
3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

para guru olahraga tampaknya harus menghadapi tantangan lainnya, sebab pendidikan jasmani umumnya menuntut pertemuan langsung