Content: / /

DPD Pemuda Lira Kota Malang Apresiasi POLRES MALANG Yang Tidak Menahan Tersangka Pembunuhan Begal Yang Hendak Memperkosa Pacarnya.

Hukum

13 September 2019
DPD Pemuda Lira Kota Malang Apresiasi POLRES MALANG Yang Tidak Menahan Tersangka Pembunuhan Begal Yang Hendak Memperkosa Pacarnya.

Didik Lestariono S.H,M.H Ketua DPD Pemuda Lira Kota Malang

Malang,Liramedia.co.id- Sebelumnya ramai diberitakan, ZA (17 th) pelajar SMA di Malang yang membunuh begal/perampok karena ingin memperkosa pacarnya., ZA ditetapkan menjadi tersangka oleh Polres Malang berdasarkan barang bukti yang cukup.

Dalam keterangannya Kapolres Malang menyampaikan bahwa “ Yang menilai perbuatan itu bukan wewenang polisi”.Yade mengatakan bahwa berdasarkan barang bukti polisi tidak bisa mengesampingkan pembunuhan itu meskipun dilakukan karena membela diri, sehingga tetap dijadikan tersangka. Pengadilan yang akan menentukan apakah ZA bersalah atas perbuatannya ataukah tidak Hakim bisa menvonis bebas jika ZA dinyatakan tidak bersalah .

Dalam hal kasus ini ketua DPD Pemuda LIRA kota Malang Didik Lestariyono, S.H., M.H sangat mengapresiasi tindakan polisi dan profesionalitas polisi yang tidak menahan tersangka. Tindakan yang dilakukan Polres Malang dengan tidak menahan tersangka adalah suatu bentuk kehati-hatian dan bentuk kelebihan polres malang dalam memahami suatu perkara. Tersangka ZA sendiri juga, butuh keadilan dan kepastian hukum oleh karenanya perkara pembunuhan begal teserbut harus tetap berjalan agar tersangka ZA mendapat kepastian hukum akan kasus yang dihadapinya.

Menurut Didik, tersangka dapat vonis bebas jika nanti sudah dilakukan pemeriksaan ditingkat pengadilan. Sebagaimana diketahui Daya paksa atau overmacht dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) terdapat dalam Pasal 48 KUHP yang berbunyi: “Orang yang melakukan tindak pidana karena pengaruh daya paksa, tidak dapat dipidana.” kalimat “karena pengaruh daya paksa” harus diartikan, baik pengaruh daya paksaan batin, maupun lahir, rohani, maupun jasmani. Daya paksa yang tidak dapat dilawan adalah kekuatan yang lebih besar, yakni kekuasaan yang pada umumnya tidak mungkin dapat ditentang.

Bahwa selain itu terdapat 2 hal Pembelaan, dalam KUHP dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu noodweer (pembelaan terpaksa) dan noodweer-exces (pembelaan darurat yang melampaui batas) terdapat dalam Pasal 49 KUHP yang berbunyi:  

(1) Tidak dipidana, barang siapa melakukan perbuatan pembelaan terpaksa untuk diri sendiri maupun untuk orang lain, kehormatan kesusilaan atau harta Benda sendiri maupun orang lain, karena ada serangan atau ancaman serangan yang sangat dekat pada saat itu yang melawan hukum.

(2) Pembelaan terpaksa yang melampaui batas, yang langsung disebabkan oleh keguncangan jiwa yang hebat karena serangan atau ancaman serangan itu, tidak dipidana.

Oleh karenanya kami DPD Pemuda LIRA kota Malang sangat mengapresiasi langkah polres malang yang tidak melakukan penahanan terhadap tersangka, kami pun juga siap memberi bantuan hukum secara gratis terhadap tersangka. Sehingga nanti apabila tersangka di vonis tidak bersalah maka polisi tidak dianggap salah dalam mengambil keputusan dengan cara menahan orang yang tidak bersalah. (Dk)

Tinggalkan Komentar