Content: / /

Gagal Masuk Zonasi,Puluhan Walimurid Geruduk Gedung DPRD Kota Malang

Pendidikan

24 Mei 2019
Gagal Masuk Zonasi,Puluhan Walimurid Geruduk Gedung DPRD Kota Malang

Walimurid di terima komisi D untuk berdialog.

MALANG-Liramedia.co.id Puluhan wali murid yang merasa kecewa terhadap dinas pendidikan (Disdik) kota malang akhirnya mengadu kekesalannya kepada Wakil Rakyat (DPRD) Kota malang, Anaknya yang tak lolos dalam Penerimaan Siswa Baru (PPDB) tingkat SMP Negeri Kota Malang melalui jalur zonasi merasa tidak di Perdulikan padahal jarak rumah dengan sekolah cukup dekat tidak jauh dan masih masuk kategori (Dalam zonasi).

Sebelumnya wali murid yang mayoritas ibu-ibu tersebut sudah mendatangi Dinas Pendidikan Kota Malang di Jalan veteran pasca PPDB online zonasi di umumkan kemarin, Karena tak mendapatkan respons dari Pejabat terkait, para wali murid akhirnya mendatangi Balai Kota Malang Dengan maksud dan tujuan untuk bertemu wali kota malang untuk menyampaikan Aspirasinya.

"Kami sebelum sudah ke dinas Pendidikan karena tidak mendapat tanggapan dari Disdik akhirnya kamipun sepakat untuk menyampaikan ke adilan ini kepada wali kota", Ungkap ibu-ibu dengan nada kesal.

Menurut salah satu wali murid Perwakilan Aksi mengungkapkan dirinya telah mendaftarkan putrinya untuk masuk di SMP Negeri yang berada di wilayahnya masuk dalam zonasi, tapi tidak di terima Nasib sama juga dialami para wali murid lain, Mereka ingin bertemu wakil rakyat untuk mengadu soal bobroknya sistem zonasi dalam PPDB SMP negeri di Kota Malang.

"kalau belum siap jangan di laksanakan kasiani kami para wali murid yang jumlahnya ribuan lebih anak2 kami yang terancam tidak sekolah karena kami yang susah nantinya kalau anak kami tidak Dapat sekolah". Ungkapnya

Para wali murid memilih bertahan di Gedung Dewan menunggu Komisi D (bidang pendidikan) menggelar pertemuan dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Zubaidah beserta pimpinan DPRD Kota Malang, untuk membahas soal PPDB.

"Kami akan tetap di sini sampai selesai, karena untuk menyekolahkan di swasta jelas kami tidak mampu".

Secara terpisah Imam syafii Ketua DPW PEMUDA LIRA JATIM menjelaskan semestinya dinas pendidikan dan sekolah memberikan sosialisasi dahulu sebelum PPDB dengan sistem zonasi dibuka PPDB tahun ajaran 2019/2020 memang tidak seperti tahun kemaren, merujuk pada Permendikbud No 51 Tahun 2018 Pemerintah Kota Malang mengeluarkan Perwal No 35 Tahun 2019 tentang penerimaan peserta didik baru, ada tiga jalur penerimaaan yakni zonasi, prestasi 5% dan mutasi perpindahan alamat tinggal 5% .

Untuk zonasi pagu penerimaan mencapai 90 %. Calon peserta didik baru dapat mendaftar di SMP negeri yang terdekat dengan alamat tinggal (kelurahan) Bukti KK.

Ada 9 zonasi yang di dalamnya mencangkup kelurahan beserta SMP terdekat sistem zonasi Yakni:

Zona 1 meliputi Kelurahan Oro-Oro Dowo, Gading Kasri, Bareng, Tanjungrejo, Kauman dan Kidul Dalem. Sedang SMPN nya adalah SMPN 1, 6 dan 8.

Zona 2 meliputi Kelurahan Sukoharjo, Kotalama, Polehan, Ciptomulyo, Jodipan, Kasin dan Sukun. Sedang SMPN nya adalah SMPN 2, 9 dan 19.

Zona 3 meliputi Kelurahan Klojen, Samaan, Rampal Celaket, Kesatrian, Lowokwaru, Bunulrejo dan Purwantoro. Sedang SMPN nya SMPN 3, 5 dan 20.

Zona 4 meliputi Kelurahan Sumbersari, Penanggungan, Dinoyo, Ketawanggede; Merjosari, Tlogomas dan Karangbesuki.Sedang SMPN nya SMPN 4, 13, dan 25.

Zona 5 meliputi Kelurahan Bumiayu, Mergosono, Buring, Wonokoyo, Tlogowaru dan Arjowinangun. Sedang SMPN nya SMPN 7, 10 dan 23.

Zona 6 meliputi Kelurahan Tunjungsekar, Polowijen, Mojolangu, Jatimulyo, Tulusrejo, Tunggungwulung dan Tasikmadu. Sedang SMPN nya adalah SMPN 11, 18 dan 26.

Zona 7 meliputi Kelurahan Bandungrejosari, Kebonsari, Gadang, Pisangcandi, Bandulan, Karangbesuki, Bakalan Krajan dan Mulyorejo. Sedang SMPN nya adalah SMPN 12, 15 dan 17.

Zona 8 meliputi Kelurahaan Pandanwangi, Purwodadi, Arjosari, Balearjosari dan Blimbing. Sedang SMPN nya adalah SMPN 14, 16 dan 24.

Zona 9 meliputi Kelurahan Lesanpuro, Madyopuro, Sawojajar, Cemorokandang dan Kedungkandang. Sedang SMPN nya adalah SMPN 21, 22 dan 27. "saya ikut prihatin atas kejadian ini yang seharus bidang pendidikan menjadi program prioritas, apalagi terhadap siswa-siswi yang kurang mampu itu seharusnya di perhatikan". Pungkasnya. Red

Tinggalkan Komentar