Content: / /

Gubernur LIRA Jatim : OTT di Bondowoso Bukan LIRA di Pihak Kami

Hukum

24 November 2018
Gubernur LIRA Jatim : OTT di Bondowoso Bukan LIRA di Pihak Kami

Beda SK Menkumham LIRA pimpinan Ollies Datau dengan LIRA Indonesia

LiraMedia.co.id, SURABAYA - Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) DPW Jawa Timur (Jatim) angkat bicara terkait dengan ramainya pemberitaan yang menyebut bahwa Ahroji yang ditangkap Tim Satgas Saber Pungli adalah Bupati LIRA Bondowoso.

Gubernur LIRA Jawa Timur, Sutrisno menegaskan bahwa Ahroji (47) bukanlah LIRA dibawah kepemimpinan Presiden LIRA Ollies Datau, melainkan dari LIRA Indonesia dibawah kepemimpinan Jusuf Rijal.

"Ini yang perlu kami luruskan, bahwa antara LIRA dengan LIRA Indonesia itu berbeda. LIRA adalah nama organisasi yang terdaftar di SK Kemenkumham RI No. AHU-0032287.AH.01.07 tahun 2016. Untuk kasus OTT di Bondowoso yang menyebut itu LIRA, kami tegaskan itu bukan LIRA di bawah kepemimpinan Ibu Ollies Datau selaku Presiden LIRA tapi dari LIRA Indonesia," tegas Sutrisno.

Sutrisno menambahkan, LIRA bergerak di bidang sosial, advokasi, hingga melakukan kontrol sosial terhadap pengguna anggaran dan kebijakan Pemerintah. Sebagian besar, kata Sutrisno, pengurus dan anggota LIRA di Jawa Timur merupakan individu yang berintegritas dan berpegang teguh pada prinsip-prinsip organisasi.

"Jadi, jika ada pihak yang mengatasnamakan LIRA melakukan perbuatan melawan hukum, silakan konfirmasi ke kami atau ke Bupati Wali Kota LIRA yang ada di wilayah masing-masing di Jawa Timur. Terkait logo dan aksesories masih sama, DPP LIRA sedang melakukan proses paten HAKI (hak kekayaan intelektual) untuk tidak dipakai pihak lain," lanjutnya.

Untuk kasus di Bondowoso ini, Sutrisno menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum karena dalam kasus ini tidak ada kaitannya dengan LIRA yang dipimpinnnya.

Untuk diketahui, Tim satuan tugas (Satgas) Saber pungli Bondowoso berhasil meringkus Ahroji (47) karena diduga melakukan pemerasan ke beberapa kepala desa di Kecamatan Cerme.

Dari operasi tangkap tangan ini, tim yang terdiri dari Polres Bondowoso, Kejaksaan dan Inspektorat ini berhasil mengamankan uang puluhan juta rupiah.

Dari informasi yang dihimpun, dalam menjalankan aksinya, Ahroji kerap membawa nama aparat penegak hukum untuk menjebak para korbannya terutama para kepala desa agar bisa mengeluarkan uangnya.

Salah satu Anggota Tim Saber Pungli, Arif Suryono membenarkan terkait penangkapan itu.

“Kita masih melakukan pendalaman dari keterangan pelaku, meski pelaku dalam aksinya sendirian saat melakukan transaksi,” kata Arif Suryono, yang juga Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bondowoso ini dilansir dari Suarapublik. (hold) 

Tinggalkan Komentar