Content: / /

Ini Aktivitas Samsul Arifien Setelah Pensiun

Pendidikan

30 Oktober 2017
Ini Aktivitas Samsul Arifien Setelah Pensiun

Ir Samsul Arifien, MMA

Liramedia.co.id, SURABAYA – Nama Ir Moch Samsul Arifien, MMA, sudah tidak asing lagi di sektor perkebunan di Jawa Timur (Jatim). Pria kelahiran di Tulungagung, pada tahun 1957 ini, kini memiliki aktivitas baru.

Usai pensiun sebagai Kepala Dinas Perkebunan (Disbun) Jatim digantikan oleh Ir Karyadi, pada pertengahan September 2017 lalu, Samsul Arifien dipercaya sebagai tenaga pengajar atau widyaiswara (WI) di Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) Jatim.

“Dari awal saya juga inginnya mengajar terutama mengenai bidang yang ditekuni saat ini, sehingga ilmu ini bisa berguna,” kata Samsul Arifien.

Selama ini, Samsul sudah memiliki jiwa kepemimpinan yang sederhana dan bersahajanya. Hal tersebut berawal dari karirnya dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai Kepala Unit Pelaksana Proyek (Ka UPP) Intensifikasi Tembakau Virginia pada Cabang Dinas Perkebunan Propinsi Jatim di Bojonegoro tahun 1983 – 1984.

Hingga berakhir jabatan dan amanah berikutnya sebagai Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jatim pada tahun 2010.  Dalam menjalankan tugas keseharian yang diembannya, ada motto tegas yang dimiliki yaitu memadukan Karya, Karsa dan Rasa.

“Motto hidup saya seperti air yang mengalir, yang tidak melawan arus, supaya diluruskan, dari sisi ketergantungan nasib, takdir kesemuanya itu dari Allah SWT,” katanya.

Kesehariannya di Dinas Perkebunan ini, sikap disiplin dan tertib terus dilakukannya, mulai dari jam 07.00 WIB dirinya sudah masuk kantor, dan jam 16.30 pulang dari kantor.

“Semua pekerjaan saya selesaikan di kantor dan tidak pernah saya bawa pulang. Pemerintah itu administrasi, jadi kita harus tertib dan disiplin baik di kantor maupun di luar kantor. Hal inilah yang membuat waktu untuk keluarga saya tidak terganggu” katanya.

Kedepan, ia juga memiliki obsesi dalam mensejahterakan petani, diantaranya membentuk Forum Masyarakat Perkebunan. Forum ini bisa memberikan masukkan serta saran terhadap program perkebunan di Jatim sehingga tetap bisa berjaya di tahun-tahun selanjutnya.

“Paling tidak dalam forum itu bisa membantu untuk grand design perkebunan dalam membantu organisasi perangkat daerah (OPD) sekaligus bisa menjadi salah satu dasar keputusan sebuah aturan atau kebijakan,” ujarnya yang telah merilis beberapa buku hasil ciptaannya di bidang perkebunan itu. (Did)

Tinggalkan Komentar