Content: / /

Ini Lokasi Wifi Corner Berkecepatan 1 Gb yang Baru Diluncurkan Telkom

Bisnis

04 November 2017
Ini Lokasi Wifi Corner Berkecepatan 1 Gb yang Baru Diluncurkan Telkom

Ki-Ka : Iskriono Windiarjanto (Dirut PT TA), Mas’ud Khamid (Direktur Konsumer), dan Suprawiyanto (EVP Telkom Jatim Bali Nusra).

Liramedia.co.id, SURABAYA – “Aksesnya lebih cepat dari biasanya,” begitulah pengakuan Aminatus Zuriah, mahasiswi jurusan ekonomi syahriah, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA), saat pertamakali mencoba fasilitas WiFi Corner (WiCo) di kompleks Kantor Telkom Regional 5 wilayah Jatim Bali Nusra, di Jl Ketintang Surabaya pada Jumat, 3 November 2017 sore.

Aminatus biasa menghabiskan waktu untuk mengerjakan tugas-tugas kuliah atau berselancar mencari referensi di internet di WiCo STO Telkom Dipenogoro. Namun, sejak adanya WiCo di Jl Ketintang dengan kecepatan lebih yang disediakan Telkom, maka dia mulai tertarik untuk terus menikmati layanan WiCo di tempat tersebut.

“Saya biasa nongkrong dengan teman-teman kuliah sambil mengerjakan tugas di WiCo. Setelah tahu di WiCo ini (WiCo) Ketintang kecepatannya berbeda dari WiCo yang lainnya, maka saya akan mengajak teman-teman kesini,” kata Aminatus.

WiFi Corner di Jl Ketintang Surabaya merupakan layanan WiFi Corner baru yang disediakan Telkom. Layanan ini diresmikan langsung oleh Mas’ud Khamid, selaku Direktur Consumer Service PT Telekomunikasi Indonesia Tbk atau lebih dikenal dengan sebutan Telkom. Mas’ud didampingi oleh Iskriono Windiarjanto (Dirut PT TA), Suprawiyanto (EVP Telkom Jatim Bali Nusra), Moch Nasrun Ihsan (General Manager Witel Surabaya), dan seluruh jajaran Telkom Regional 5 Jatim Bali Nusra.

Peresmian itu disaksikan oleh tamu undangan, seperti pelanggan IndiHome, para mitra Telkom, komunitas WiFi Corner, selebgram, dan beberapa tamu lainnya. Di kesempatan itu juga, Telkom menyerahkan award ke pelanggan IndiHome ke 500 ribu di wilayah Jatim Bali Nusra atau pelanggan ke 2,5 juta secara nasional, yakni Andy Tanaka.

Pembangunan WiFi Corner ini untuk mengedukasi dan memberikan costumer experience kepada pelanggan. Dari data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), jumlah netter di Jawa dan Bali itu terbesar lebih dari 52 juta, disusul Sumetera 18 juta, Sulawesi 7,3 juta, Nusa Tenggara Papua dan Maluku 5,9 juta, dan Kalimantan 4,2 juta.

“Netter di Indonesia ini didominasi usia muda sehingga Telkom ingin memberikan experience ke anak muda kehandalan, kecepatan, dan kenyamanan dengan akses internet high speed pakai IndiHome. Dilihat dari profil penggunaan gadget adalah 85% dari gadget, 32% laptop, 14% dari PC, dan 13% dari tablet,” kata Suparwi.

Diakui Parwi, New WiFi Corner di Jl Ketintang ini terbilang spesial. Sebab,  speed atau kecepatannya tidak sama dengan WiCo yang lain, yakni mencapai 1 Gb (giga byte) atau 1000 Mbps. Dengan dibukanya WiCo baru ini, maka jumlah WiCo di Surabaya bertambah, dengan yang saat ini tercatat sebanyak 267 WiCo dan 2.775 WiCo se Jatim Bali Nusra.

“New WiCo di Ketintang ini kami kemas dalam bentuk digital experience. Sehingga komunitas tidak hanya memakai fasilitas WiFi, tapi juga diberdayagunakan. Satu hal lagi, WiFi ini juga menggunakan voucer, dan itu bisa menghidupkan ekosistem voucher fisik, yang menyumbang 30%,” jelas Parwi.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Konsumer Telkom, Mas’ud Khamid mengatakan bahwa keberadaan Wifi Corner bukan sekadar tenda saja. Keberadaan WiCo sangat penting bagi Telkom karena sebagai perusahan telekomunikasi, Telkom ingin mewujudkan digitalisasi bangsa, memperkecil kesenjangan informasi, sejalan dengan pesan Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo bahwa ‘Revolusi Digital merevolusi ekonomi Indonesia’.

Selain itu, Mas’ud memaparkan pentingnya keberadaan WiCo karena generasi yang dihadapi saat ini ialah Gen Z. Gen Z ini dinilai selalu mencari konektivitas dan tak ingin lepas dari dunianya. Makanya, any time and any where, jaringan harus disediakan dalam hal ini Telkom.

Dan pula, saat ini telah memasuki era digital. Jadi, tidak ada bedanya antara anak di perbatasan dengan di Ibukota, karena keduanya menggunakan akses teknologi digital yang sama. “Karena itu, kompetisi start up yang digelar Telkom belum lama ini pemenangnya tidak hanya didominasi oleh peserta dari Ibukota atau sekolah favorit, tapi juga banyak dari peserta dari pelosok,” terang Mas’ud.

Hal lain kenapa keberadaan Wifi ini penting karena generasi digital menghasilkan generasi kreatif. Untuk itulah, Mas’ud mengimbau kepada seluruh jajaran Telkom regional agar membangun ekosistem digital kreatif.

“Kami ingin membangun digital creatif community center. Caranya, pengunjung WiCo tidak hanya datang memakai layanan wifi, tapi juga ada petugas Telkom yang datang ke mereka. Lalu ajak bicara dan diskusi, ide apa yang mereka punya untuk bisa jadi bisnis. Ide itu meliputi public service atau ide untuk buat orang banyak. Nanti budget Rp 1 miliar per tahun kami sediakan,” janji Mas’ud.

Bukan itu saja. Mas’ud menegaskan, sebagai operator telekomunikasi, Telkom ingin memberikan digital experience. Artinya, Telkom terus berupaya memberikan layanan maksimum dan premium, sehingga tidak ada lagi keluhan dari pelanggan terkait dengan layanan yang diberikan Telkom.

Untuk itu, Telkom membangun jaringan infrastruktur fiber optic yang membentang dari Sabang sampai Merauke, sehingga menjamin kecepatan akses internet hingga 100 Mbps secara merata di seluruh Indonesia. (Did)

Tinggalkan Komentar