Content: / /

Jadikan Derma Sebagai Komitmen Untuk Diri Sendiri

Profil

25 April 2020
Jadikan Derma Sebagai Komitmen Untuk Diri Sendiri

Aris Gunawan (kiri) bersama anggota Koramil Driyorejo dan Kapolsek Driyorejo menyerahkan santunan

Liramedia.co.id, Gresik - Di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, terdapat lembaga nirlaba yang giat menjadi garda terdepan dalam membela rakyat yang tertindas oleh ketidakadilan. Lembaga itu pula yang aktif mengedukasi masyarakat terhadap bahaya dampak lingkungan yang diakibatkan oleh limbah bahan berbahaya beracun (B3) yang ditimbulkan oleh korporasi dan instansi.

Front Pembela Suara Rakyat disingkat FPSR. Itulah nama lembaga yang dimaksud. FPSR sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Didirikan oleh Aris Gunawan, sampai sekarang eksistensi FPSR sudah banyak dirasakan manfaatnya terutama bagi masyarakat dari kalangan ekonomi bawah.

Aris Gunawan bersama FPSR telah malang melintang di dalam maupun luar Jawa Timur. Kegiatannya mulai pengawasan lingkungan dari bahaya limbah B3, galian C ilegal, advokasi terhadap buruh, pengawasan pelaksanaan anggaran negara, dan terpenting ialah kegiatan sosial.

Bagi Aris, setiap program kerja yang dirancang FPSR dilaksanakan sebaik mungkin dengan mengedepankan kepentingan masyarakat banyak, sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

Salah satu kegiatan rutin ialah santunan anak yatim piatu dan dhuafa serta pemberdayaan masyarakat. Dari pandangan Aris, santunan atau berderma tidak sekadar bersifat karitas, melainkan lebih kepada kesadaran dan kebiasaan yang didasari oleh semangat kepedulian dari setiap individu.

Meski demikian, disadari Aris bahwa kegiatan sosial FPSR belum mampu mencakup keseluruhan masyarakat yang sedemikian besar untuk mendapatkan bantuan dan pendampingan.

Makanya, dia ingin memberikan pemahaman kepada setiap masyarakat yang mampu dan juga korporasi mengenai konsep kedermawanan tidak sekadar pemenuhan kewajiban berzakat atau pelaksanaan corporate social responsibility (CSR).

Selama masih diberi kecukupan kekayaan, disitulah sifat kepedulian harus dimunculkan. Baik atas nama pribadi maupun lembaga.

"Membantu orang yang sedang tertimpa kesusahan tidak akan membuat jatuh miskin. Sekarang kita membantu, tapi yakinlah bantuan itu akan kembali lagi ke kita dalam bentuk yang berbeda. Mungkin bukan sekarang, bisa jadi kelak, mungkin bukan diterima langsung oleh kita, tapi ke keluarga kita. Itulah prinsip yang selalu kami pegang," demikian ungkap Aris Gunawan.

Bagi Aris, kebiasaan membantu orang ibarat candu yang bikin ketagihan. Saat melihat senyum mereka yang menerima manfaat dari FPSR, seketika itu Aris seakan mendapat nutrisi bagi jiwanya yang telah hidup dilingkup masyarakat yang kurang mampu.

Maklum, habitat Aris bukanlah di lingkungan yang ditaburi kemewahan dan kekuasaan. Aris ada di tengah-tengah masyarakat marginal yang kerap mendapat ketidakadilan.

Karenanya, dia paham betul kondisi masyarakat yang kurang mampu.

"Santunan itu bukanlah sedekah dan bukan pula bantuan. Kedermawanan ialah komitmen terhadap diri sendiri. Bagaimana hidup kita bermanfaat untuk orang lain. Membantu orang tak perlu kaya dulu, cukup bersyukur atas anugrah dan rahmat Tuhan yang diberikan ke kita."

Aris mengatakan, bergerak di lembaga sosial sekaligus pendampingan masyarakat marginal dan pengawasan lingkungan dari bahaya limbah B3 bukanlah tugas mudah. Kerap mendapat intimidasi dan ancaman adalah hal yang biasa.

Namun, misi sucinya membantu dan menyantuni anak yatim dan dhuafa itulah yang menutupi rasa takutnya.

Kini, 5 tahun lebih eksistensi FPSR dirasakan manfaatnya. Di balik itu, ada Aris Gunawan yang tak kenal lelah, ada pengurus dan anggota FPSR disampingnya, dan ada masyarakat yang mendukungnya. (*)

Tinggalkan Komentar