Content: / /

Jamhadi Beberkan Peluang Ekspor ke Rusia

Bisnis

31 Juli 2019
Jamhadi Beberkan Peluang Ekspor ke Rusia

Jamhadi saat tiba di Rusia

LiraMedia.co.id, MOSCOW – Setelah melalui perjalanan panjang selama 20 jam lebih dari Surabaya ke Rusia, Ketua Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya sekaligus Tim Ahli KADIN Jawa Timur (Jatim) akhirnya tiba di Bandara Moscow, Rusia, pada Rabu (31/7/2019) waktu setempat. Di Rusia, Jamhadi akan memaparkan tentang potensi Jawa Timur di hadapan sejumlah pengusaha dan pejabat Rusia.

Dikatakan Jamhadi, ada beberapa hal yang membuat Rusia menjadi negara maju seperti sekarang ini. Diantaranya ekonomi terbuka dan tidak tergantung negara lain. Jamhadi juga menyebutkan, sistem pemilihan umum (Pemilu) di Rusia berbeda dengan di Indonesia.

Di Rusia, dalam Undang Undang (UU) Pemilu, masa tugas Presiden selama 7 tahun untuk satu periode, dan bisa ikut dua periode.

Sementara dari sisi ekonomi, industri otomotif lokal merk Rusia kurang diminati masyarakat. Sebagai penggantinya, otomotif merk-merk Eropa, Japan, dan Korea berjaya di Rusia. Namun Pemerintah Rusia menyatakan, ada join produksi (assembly) di Rusia bila untuk market Rusia.

“Tapia da peluang untuk pelaku usaha dari Jawa Timur agar bisa ekspor ke Rusia, yakni produk makanan dan minuman atau consumer goods. Rusia banyak mengimpor mamin, dan ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha dari Jawa Timur,” ujar Jamhadi, yang juga CEO PT Tata Bumi Raya ini.

Beberapa komoditi makanan dan minuman yang diminati Rusia ialah mie, produk agro, biskuit, kopi, the, fashion. Komoditi itu, kata Jamhadi, produk usaha dari Jawa Timur bisa ambil bagian untuk masuk mengisi pasar Rusia.

Kendati begitu, Jamhadi menyatakan bahwa ekonomi Rusia saat ini sedang tertekan dan memburuk. Pertumbuhan ekonomi tahun 2019 melambat hanya 1,3 persen. Padahal pada tahun 2018, ekonomi Rusia tumbuh sebesar 2,3 persen yang didorong oleh beberapa faktor tidak berkelanjutan.

“Inflasi juga meningkat menjadi 5,2 persen hingga 5,4 persen pada Februari 2019. Bahkan saat ini di Juli 2019, puncaknya  pada 5,5 persen hingga 5,7 persen pada periode Maret hingga Mei 2019. Sedangkan mata uang Rusia, yaitu rubel tetap stabil tertekan. Alhamdulillah Indonesia masih baik dibandingkan Rusia,” jelas Jamhadi. (did)

Tinggalkan Komentar