Content: / /

Jamhadi Tularkan Ilmu Bisnis kepada Perkumpulan Wanita di Surabaya

Bisnis

15 September 2019
Jamhadi Tularkan Ilmu Bisnis kepada Perkumpulan Wanita di Surabaya

Jamhadi

Liramedia.co.id, SURABAYA - Kemandirian seorang wanita tidak hanya ditunjukkan dengan bekerja di perkantoran, tapi bisa juga bekerja di rumah dengan omzet yang optimal. Melalui entrepreneur salah satu contohnya.

Hal ini disampaikan Dr Ir Jamhadi, MBA, saat jadi narasumber dalam sharing bisnis "Total look of beauty outside & inside" yang diselenggarakan oleh Radio Sonora FM dan didukung oleh PT Pegadaian (Persero) cabang Dinoyo Surabaya. Tempat acara di The Gade Coffee & Gold, jalan Dinoyo 81, Surabaya, pada Sabtu sore, 14 September 2019.

Dalam kesempatan yang dihadiri Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (P2LIPI) Surabaya itu, Jamhadi menyebutkan bahwa jumlah entrepeneur di Surabaya tumbuh dari 1,4% pada tahun 2017 menjadi 3,8% di tahun 2018.

Dari jumlah itu, ada women entrepeneur yang turut berkontribusi meningkatkan pertumbuhan ekonomi Surabaya dan Jawa Timur pada umumnya melalui semangat kewirausahaan.

"Sudah banyak wanita pengusaha yang sukses, dan sekarang menghasilkan omzet besar serta membuka banyak lapangan pekerjaan. Bidang usaha yang digeluti beragam, diantaranya kecantikan, fashion, kuliner, dan jasa," ujar Jamhadi, yang jadi Direktur KADIN Institute sekaligus Tim Ahli KADIN Jawa Timur.

Ditengah-tengah "emak-emak" itu, Jamhadi mengajak mereka untuk tidak ragu memulai berwirausaha. Menjadi wirausaha tidak harus meninggalkan tugas rumah sebagai seorang istri dan ibu bagi anak-anaknya, bahkan di dalam rumah sambil menjadi tugas seorang ibu rumah tangga juga bisa berwirausaha.

"Punya waktu yang fleksibel, dan jenis usaha sesuai keinginan pemilik. Jangan terobsesi memulai usaha hanya karena orang lain sukses di bidang itu. Harus direncakan dulu, baru memulai dengan sendiri atau kolaborasi," jelas Jamhadi, yang pernah menduduki Ketua KADIN Surabaya selama 2 periode ini.

Dengan berwirausaha, kata Jamhadi, memberi kesempatan membantu ekonomi keluarga meskipun tanpa bekerja keluar rumah selama 8 jam sehari. Peluang usaha yang mudah dan murah untuk diterapkan ialah communal branding.

Menurut Jamhadi, communal branding ialah program satu merek yang bisa dimanfaatkan oleh banyak pelaku usaha, dan itu menjadi salah satu solusi yang dinilai mampu memberi peluang bagi Wanita untuk menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Communal branding akan menjawab ketakutan seorang wanita untuk menjadi pengusaha. Karena dalam communal branding, dari produksi hingga pemasaran akan didukung Pemerintah, sehingga kualitas dan kuantitas produksi bisa terjamin.

"Seringkali yang diutarakan seorang dalam memulai usaha ialah tidak punya modal dan takut tidak laku. Itu pemikiran salah. Jika tidak punya modal dan punya ide bagus, bisa kami pertemukan dengan investor. Dari ide kreatif menjadi bisnis kreatif. Begitu juga dengan katanya sulitnya pemasaran, juga bisa kami bantu melalui b to b atau melalui marketplace," kata Jamhadi.

Selain Jamhadi, hadir pula sebagai narasumber ialah Ibu Titis Tata (Founder Talenta Coaching) yang juga Ketua PPLIPI Surabaya, dan Ibu Rivia Maulida (Executive Manager Jafra Beauty). (did)

Tinggalkan Komentar