Content: / /

Job Fair CPNS 2018 Sambangi Kota Pahlawan

Pendidikan

02 Oktober 2018
Job Fair CPNS 2018 Sambangi Kota Pahlawan

Sekretaris Utama BPOM Elin Herlina, Wakil Rektor III Universitas Airlangga Prof Mochammad Amin Alamsjah

LiraMedia.co.id, SURABAYA - Melanjutkan roadshow Job Fair Penerimaan CPNS 2018, BPOM hadir di Universitas Airlangga, Surabaya (2/10/2018).

Terik matahari Kota Pahlawan siang itu, tak menyurutkan animo pengunjung baik alumni yang berdatangan dari Kota Surabaya dan sekitarnya, maupun mahasiswa/mahasiswi yang masih menempuh kuliah semester akhir.

Tercatat, sekitar 350 peserta baik alumni maupun mahasiswa memadati Aula Amerta Gedung Manajamen Kampus C Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

Hadir dalam acara tersebut Sekretaris Utama BPOM Elin Herlina, Wakil Rektor III Universitas Airlangga Prof Mochammad Amin Alamsjah, serta sejumlah narasumber lainnya.

Dalam sambutan pembukanya, Elin Herlina menyampaikan job fair merupakan upaya jemput bola untuk mencari generasi penerus terbaik. Job fair diawali di Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjadjaran, Universitas Gadjah Mada.

"Perguruan tinggi merupakan mitra strategis BPOM yang mencetak dan menyediakan SDM kompeten untuk melaksanakan amanah pengawasan. Job fair di Universitas Airlangga bukan yang terakhir, karena kita akan lanjut ke Universitas Hasanudin dan Universitas Andalas." ucapnya.

Menurutnya tantangan pengawasan Obat dan Makanan saat ini kian kompleks sehingga BPOM membutuhkan SDM yang berkualitas. Pasalnya SDM BPOM saat ini terbatas untuk melakukan pengawasan dengan cakupan wilayah yang luas.

Globalisasi, kemajuan teknologi, dan perdagangan bebas membuka peluang distribusi produk semakin luas namun risiko peredaran produk ilegal juga harus diwaspadai.

Untuk itu, BPOM memanggil generasi muda yang cinta tanah air, suka tantangan, kreatif, inovatif, dan visioner untuk bergabung bersama BPOM sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Namun demikian Sekretaris Utama BPOM menekankan profesi sebagai PNS bukan berarti memasuki suatu comfort zone.

Generasi muda harus ‘melawan’ kenyamanan dengan inovasi dan terobosan-terobosan yang menggali potensi dan esensi diri.

"Di BPOM, adik-adik dapat mengembangkan potensi diri untuk berkiprah dalam berbagai bidang mulai dari pengawas farmasi dan makanan yang langsung melakukan tugas pengawasan hingga widyaiswara," ucapnya.

Sebagai informasi BPOM memperoleh alokasi 1.078 formasi CPNS. Rekrutmen CPNS BPOM 2018 merupakan yang terbesar sepanjang sejarah BPOM. Hal ini dikarenakan tahun ini BPOM baru saja melakukan restrukturisasi dengan membentuk Deputi Bidang Penindakan, Inspektorat Utama, dan Loka POM di 40 Kabupaten/Kota, sehingga membutuhkan SDM yang besar untuk mengoptimalkan pengawasan hingga pelosok nusantara.

"BPOM sangat terbuka untuk menjadi wadah aktualisasi diri putra putri bangsa dari seluruh pelosok tanah air dengan latar belakang multi disiplin ilmu baik ilmu murni maupun ilmu terapan baik jenjang D3, S1, Profesi, dan S2," jelasnya.

Wakil Rektor III Universitas Airlangga menyambut baik job fair yang diselenggarakan atas kerjasama BPOM dan Univeristas Airlangga. Menurutnya job fair ini sangat bermanfaat bagi para alumni dan mahasiswa Universitas Airlangga.

Pihaknya sangat yakin dengan kualitas lulusan Universitas Airlangga dapat mengisi formasi yang tersedia dalam penerimaan CPNS BPOM 2018.

Bahkan tak sampai di situ, peneliti lulusan Nagasaki University Jepang ini berharap dapat menjalin kerjasama lebih lanjut antara Universitas Airlangga dan BPOM, terutama dalam hal penelitian, mengingat Universitas Airlangga sangat konsen dalam bidang kesehatan.

Dalam sesi talkshow, peserta sangat antusias mengikuti pemaparan dan mendengarkan cerita narasumber seputar pengalamannya bekerja di BPOM .

Banyak dari mereka yang bertanya seputar penerimaan CPNS, mulai dari zonasi, formasi pendidikan, hingga kinerja pengawasan Obat dan Makanan. Seusai talkshow, peserta begegas mengunjungi booth-booth BPOM di lantai dasar.

Di sana pramujaga menjelaskan tupoksi unit kerja BPOM mulai Sekretariat Utama, Inspektorat Utama, Kedeputian Pengawasan Bidang Obat dan NAPPZA, Kedeputian Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik, Kedeputian Pengawasan Pangan Olahan, dan Kedeputian Bidang Penindakan. (did)

Tinggalkan Komentar