Content: / /

KADIN Surabaya dan KADIN Pamekasan Siap Kolaborasi Promosikan Potensi TTI Kabupaten Pamekasan

Bisnis

31 Juli 2019
KADIN Surabaya dan KADIN Pamekasan Siap Kolaborasi Promosikan Potensi TTI Kabupaten Pamekasan

Jamhadi dan Suhartono bersama Bupati Pamekasan dan Sekda Pamekasan serta jajarannya.

LiraMedia.co.id, PAMEKASAN - Kabupaten Pamekasan yang terletak di Pulau Madura memiliki segudang potensi yang bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakatnya.

Kamar Dagang Dan Industri (KADIN) Kota Surabaya bersama KADIN Pamekasan di bawah KADIN Jawa Timur siap bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk membawa potensi yang dimiliki Pamekasan ke kancah nasional dan internasional.

Pembahasan mengeksplor potensi trade, tourism, investment atau disingkat TTI di Pamekasan dilaksanakan dalam diskusi santai antara Bapak Jamhadi (Ketua KADIN Surabaya), Bapak Suhartono (Ketua KADIN Pamekasan) bersama Bapak Baddrut Tamam (Bupati Pamekasan) didampingi Bapak Totok Hartono (Sekda Pamekasan), perwakilan Bappepda Pamekasan, dan perwakilan Dinas Pariwisata Pamekasan.

Diskusi berlangsung di salah satu hotel di Surabaya usai Bupati Pamekasan menghadiri acara di Shangrila Surabaya, pada Senin malam (29/7/2019).

Dalam diskusi itu, ada beberapa hal yang disampaikan Jamhadi. Beberapa diantaranya ialah visi pembangunan Pamekasan untuk 20 tahun ke depan dan city planning. Juga, Jamhadi siap mempertemukan calon investor dengan Pemkab Pamekasan.

"Industri di Pamekasan di bawah kepemimpinan Bapak Bupati sekarang semakin pesat. Contohnya industri kerajinan batik. Selain batik Tanjungbumi di Bangkalan, batik Pamekasan semakin populer. Ini akan menjadi ikon produk kerajinan Pamekasan, ditambah promosi batik yang dilakukan Bapak Bupati melalui branding di mobil dinas jajaran Pemkab menjadi daya tarik bagi buyer. Cuma itu harus dikolaborasikan supaya lebih populer untuk produksi dan akses pemasaran," ungkap Jamhadi.

Selain batik, Jamhadi juga menyebut potensi rumput laut dan sapi serta 16 subsektor industri kreatif. Harapannya, masuknya investor ke Pamekasan mampu mengoptimalkan potensi tersebut dan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui kemitraan dan kesempatan kerja lebih terbuka lebar.

Hal lain yang jadi bahasan ialah tentang pariwisata. Pamekasan punya wisata pantai dan pegunungan yang seharusnya mampu mendatangkan lebih banyak wisatawan. Belum lagi adanya wisata "Api Tak Kunjung Padam" yang menjadi keajaiban tersendiri bagi wisatawan.

"Objek wisata pantai di Pamekasan itu banyak. Untuk menarik wisatawan tidak hanya wisatawan lokal, bisa dibuat paket wisata dengan menggandeng perusahaan tour and travel. Misalnya ada ASITA, atau bisa membuat kalender event yang tiap bulannya berisi kegiatan tematik," ucap Jamhadi.

Terakhir ialah tentang investasi. Jamhadi mengatakan, interland city bisa menjadi penopang bagi Pamekasan. Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang menjadi program Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa diterapkan di Pamekasan.

Penerapan OSS memudahkan investor untuk mendapat perizinan dengan mudah dan murah.

"Kami siap kolaborasi dengan KADIN Pamekasan dan Pemkab Pamekasan untuk mempromosikan potensi itu semua," ujar Jamhadi, Direktur Utama PT Tata Bumi Raya.

Dalam kesempatan itu, Baddrut Tamam sebagai Bupati Pamekasan mendukung penuh untuk meningkatkan TTI di wilayah yang dipimpinnya.

"Untuk proses perizinan tidak sampai 60 hari sudah rampung," katanya.

Bupati Pamekasan ini menyatakan, sebagai tindaklanjut dari pertemuan itu, pihaknya akan menjadwalkan pertemuan secara formal untuk mengundang tim KADIN bersama stakeholder dalam rangka meningkatkan TTI di Pamekasan.

Sedangkan Suhartono selaku Ketua KADIN Pamekasan menyambut baik rencana pertemuan berikutnya. Sebagai mitra strategis Pemerintah dan wadah dunia usaha, KADIN bersama dengan Pemkab Pamekasan akan berupaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pamekasan. (did)

Tinggalkan Komentar