Content: / /

Kafe Dan Karaoke Liar Marak Di Sidoarjo, Pemerintah Diminta Lakukan Tindakan Tegas

Peristiwa

26 Mei 2019
Kafe Dan Karaoke Liar Marak Di Sidoarjo, Pemerintah Diminta Lakukan Tindakan Tegas

Satpol PP Sidoarjo tertibkan cafe tidak berizin

LiraMedia.co.id, SIDOARJO - Petugas Satpol Pamong Praja Sidoarjo sebelum puasa ini melakukan operasi di beberapa kafe dan karaoke liar dan mensosialisasikan ijin pembukaan usaha tersebut.

Bangunan kafe liar atau tidak mengantongi izin atau berizin tapi belum diperpanjang, saat ini marak di Kabupaten Sidoarjo. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan berpotensi menjadi tempat praktik mesum.

Sejumlah pihak meresahkan keberadaan kafe liar khususnya di wilayah Prambon Sidoarjo . Kasi Pembinaan dan Pengawasan Satpol PP Sidoarjo menjelaskan, seiring diberlakukannya Perbup Nomor 11 tahun 2014, semua usaha hiburan malam dan karaoke harus memperbarui izin.

Dia menjelaskan, dalam peraturan itu disebutkan bahwa pengusaha dan pengelola kafe dan karaoke harus mengurus izin baru terkait usaha yang dilakukan.

Sebab, izin lama yang sudah dikantongi dianggap tidak berlaku lagi. Pihaknya berjanji akan melakukan penertiban setelah lebaran dan batas waktu pengurusan izin itu terlampaui.

"Sepengetahuan kami sudah ada kafe atau karaoke lama yang mengurus perizinan kembali. Namun bila ada yang tak memperbarui akan ditindak dengan menyuruh untuk menutupnya sampai mereka mengurus izin baru," ujarnya.

Salah satu warga setempat menguluh adanya kegiatan seperti ini. Disamping itu, wanita-wanita di luar kafe banyak pakai rok mini lagi duduk-duduk menuggu pelangannya datang. Kondisi tersebut mengundang perhatian masyarakat penguna jalan sendiri.

"Apa lagi di Watutulis itu kan Ada pondok pesantren. Watutules itu terkenal desa santri. Tapi adanya kegiatan seperti ini, desa kita jadi tidak seperti dulu lagi," ucapnya. 

Dia melanjutkan, bukan hanya masalah kafe saja, penjualan minuman keras juga secara terang-terangan dilakukan di dalamnya. Salah satunya ditempat itu. Untuk itu, pihak dari kecamatan harus punya ketegasan.

"Apa lagi saya sebagai warga Watutulis sangat-sangat miris sering melihat kejadian perkelahian karena cuma berebut wanita," pungkasnya. (dor)

Tinggalkan Komentar