Content: / /

Kepala BNN RI Kampanye P4GN di Hadapan Para Dai

Hukum

06 Mei 2018
Kepala BNN RI Kampanye P4GN di Hadapan Para Dai

Para Dai bersama Kepala BNN RI, Kepala BNNP Jatim, beserta jajaran

Liramedia.co.id, SURABAYA -Indonesia Darurat Narkoba bermakna bahwa negara Indonesia rawan terhadap peredaran narkoba. Berkaitan hal ini, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, membuka dialog publik kampanye Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Dialog yang disertai upgrading dan pengukuhan Da'i khusus anti narkoba dihadiri 250 Da'i se Jawa Timur. Acara tersebut bertempat di Gedung G, Universitas Muhammadiyah Surabaya, Jalan Sutorejo No. 59 Surabaya, pada Minggu (06/05/2018).

Melalui sambutannya, Kepala BNN RI Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko menjelaskan, dengan edukasi yang diberikan oleh BNN bisa menekan angka peredaran narkoba selama ini. Dia menyebutkan, prosentase sekarang sebanyak 57% pengguna baru, 27% sudah mengonsumsi, dan 16% pecandu.

"Semua bisa terjangkit virus peredaran narkoba yang berasal dari lingkungan maupun keluarga. Secara spesifik, yang perlu kita wasapadai narkoba bentuk tablet, cairan, sabu, dan ganja gorilla," tuturnya.

Lanjut Komjen Heru, bahwa Jawa Timur riskan akan peredaran narkoba. Untuk itu, dia meminta supaya pecandu narkoba yang tidak bisa dibina akan direhabilitasi. Dia tidak mengelak, bahwa modus sindikat atau jaringan semakin gencar dan perlu diwaspadai.

"Karena peredarannya melalui jalur transportasi udara, darat dan laut," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BNNP Jatim, Brigjen Pol Bambang Budi Santoso mengatakan, sindikat peredaran narkoba sudah masuk ke Lapas. Untuk menekan itu, perlunya eksksusi sehingga peredarannya semakin berkurang.

Kata Brigjen Bambang, BNNP Jatim sudah menindak tegas seperti pada tahun 2017, sudah menembak mati narapidana kasus narkoba di Porong.

"Itu salah satu tindakan tegas dari BNNP," jelasnya.

Masih kata Brigjen Budi, seperti slogan stop narkoba 'Kamu dia saya tolak narkoba', yang menjadi Densus pemberantasan narkoba adalah semua termasuk seluruh Da'i yang hadir. Maka dari itu, para da'i diharapkan bisa menekan angka peredaran narkoba.

RS khusus pasien narkoba.

Kepala BNNK Nganjuk, Agus Irianto menambahkan, pihaknya akan mengadakan program untuk Kota Nganjuk menjadikan project masa depan, dimana akan dibangun Rumah Sakit yang nantinya untuk perawatan pasien narkoba.

"Seperti di Desa Jatikalen. Disana disinyalir menjadi kampung dimana penduduknya banyak pemakai narkoba, namun belum ada laporan ke kantor BNN. Sedangkan kami selama 24 jam on time jika ada pengaduan tentang narkoba dari masyarakat. Kami akan segera follow up untuk ditindak tegas," pungkasnya.

Hadir dalam acara ini antara lain Ketua LDK PP Muhammadiyah Muhammad Ziad, Kepala BNN RI Komjen. Pol. Drs. Heru Winarko, Ketua PWM Jatim KH. Saad Ibrahim, Kepala DINSOS Jatim Sukesi Apt, Mars, Kepala BAKESBANGPOL Jatim, dan Jonathan Judianto.

Tujuan diselenggarakan acara ini agar para Da'i menyampaikan ke lingkungan sekitar, baik ke masyarakat maupun kepada semua jamaah, untuk menjauhi narkoba supaya bisa menyisipkan pada saat ceramah saat dimasjid. Narkoba berkaitan dengan miras dan bisa mengena ke semua segmen.

Melalui acara ini diberi panduan terkait dengan narkoba, juga keterampilan yang berisi penjelasan tentang bahaya narkoba dengan media modern agar masyarakat bersama-sama memerangi narkoba yang menjadi musuh kita. (Meg)

Tinggalkan Komentar