Content: / /

Kepala Desa Pencuri Pipa di Vonis Dua Bulan Penjara

Kades

05 Juli 2018
Kepala Desa Pencuri Pipa di Vonis Dua Bulan Penjara

Persidangan Mustakim di Pengadilan Negeri Bojonegoro

Liramedia.co.id, BOJONEGORO - Bertempat di ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro, hari ini digelar sidang lanjutan atas dugaan pencurian pipa gas dengan terdakwa Mustakim, Kades Kedungrejo, Kecamatan Malo, Kabupaten Bojonegoro.

Sidang yang dipimpin oleh majelis Hakim Prancis Sinaga tersebut dimulai dari agenda mendengarkan keterangan para saksi, dan mendengarkan keterangan penuntut umum.

Humas Pengadilan Negeri Kabupaten Bojonegoro, Isdariyanto kepada awak media menjelaskan bahwa saat persidangan Jaksa Penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Bojonenegoro menyampaikan dalam tuntutannya bahwa selaku korban pihak Pertamina telah mencabut laporannya, sehingga tidak bersedia untuk hadir di persidangan kali ini, Kamis (05/7/2018).

“Atas persetujuan terdakwa, keterangan saksi tersebut dibacakan sesuai berita acara penyidikan dan terdakwa membenarkan, kemudian di lanjutkan dengan pemeriksaan terdakwa pada intinya terdakwa membenarkan dan tidak membantah sekaligus dilakukan penuntutan hari ini,” katanya.

Lebih jauh pria yang akrab disapa Pak Is itu menambahkan bahwa dalam sidang kasus perkara tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) , menuntut terdakwa dengan pidana tiga bulan tahanan serta mengembalikan semua barang bukti kepada Pertamina.

Sedangkan terdakwa Mustakim, dalam pembelaan secara lisan dirinya meminta keringanan hukumanya kepada Majelis Hakim, karena seperti di ketahui jika antara terdakwa dan korban (Pertamina) telah sepakat mencabut laporannya.

“Untuk putusan Amarnya seperti tadi, yakni diputuskan bersalah karena telah melakukan pencurian dan di vonis hukuman dua bulan penjara, serta barang bukti harus dikembalikan dan biaya perkara sebesar Rp5 ribu di bebankan kepada terdakwa,” tambahnya.

Sedangkan putusan Majelis Hakim tersebut yang memberatkan yaitu terdakwa adalah perbuatan terdakwa tidak memberikan suri tauladan kepada masyarakat karena terdakwa selama ini ialah sebagai Kepala Desa.

Selain itu, terdakwa telah tidak mentaati penetapan Pengadilan Negeri Bojonenegoro, dengan jenis tahanan rumah.

Sedangkan yang meringankan terdakwa, bahwa terdakwa telah mengakui kesalahannya, telah menyesali perbuatannya, terdakwa merupakan tulang punggung keluarga dan terdakwa belum pernah dihukum, antara Pertamina dan terdakwa telah mencapai perdamaian dan mencabut laporan perkaranya.

(sus)

Tinggalkan Komentar