Content: / /

Kepala Pimpinan Cabang PT PNM Intimidasi Karyawati dan Orang Tua

Peristiwa

21 Agustus 2019
Kepala Pimpinan Cabang PT PNM Intimidasi Karyawati dan Orang Tua

Ika (kiri) dan dari PT PNM (kanan)

Liramedia.com, GRESIK - Seiring berjalannya waktu, perusahaan yang bergerak dibidang permodalan usaha, diperuntukkan untuk meningkatkan usaha kecil yang berkelompok dimasyarakat, dan sangat membantu.

Kemudian, usaha yang dikelola oleh jajaran managemen yang mempunyai dedikasi dan loyalitas tinggi membuat PT PNM, perusahaan permodalan yang berkantor cabang di Jln Granit Kumala 5 No.13, Kecamatan Driyorejo, yang dipimpin oleh Ibu Irani Febriyanti berkembang pesat.

Namun demikian, ada salah satu karyawan yang bernama Ika diduga melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan aturan perusahaan dan dinyatakan bersalah oleh Ibu Irani Febriyanti hingga mengakibatkan 14 orang karyawati lainnya tidak boleh pulang sampai jam 00.00 WIB tanpa uang lembur.

Ironisnya, kebijakan yang menyalahi aturan ketenagakerjaan itu membuat karyawati yang ada didalam kantor tersebut sangat tidak nyaman, bahkan merasa tertekan karena dipaksa pulang kerja pukul 00.00 WIB tanpa tambahan upah lembur.

Kendati demikian, seluruh karyawati berjumlah 14 orang tidak ada yang berani membantah kebijakan Irani Febriyanti. Selang satu hari, wakil ketua cabang mengulaskan pada awak media bahwa seandainya Ika bisa membayar lunas, maka seluruh karyawati berjumlah 14 orang tidak akan merasakan kebijakan ibu Irani Febriyanti selaku pimpinan cabang PT. PNM.

"Dan saya sendiri juga ingin pulang seperti jadwal prosedur pukul 17:00 WIB. Karena kita dipulangkan sampai pukul 00:00 WIB tanpa upah lembur. Dari pada saya sebagai wakil pimpinan tidak mematuhi kebijakan kepala pimpinan, maka bisa-bisa saya yang dipecat oleh Ibu Irani Febriyanti. Jadi apa boleh dikata, dengan kondisi pulang kerja sampai jam 00.00 WIB dari kepala pimpinan perusahaan, maka kita anggap sebagai bentuk loyalitas," papar Nurul Fitria sebagai wakil Kepala pimpinan PT. PNM.

Dalam waktu bersamaan, Liramedia.com mengkonfirmasi bahwa Ika siap mengembalikan uang yang dipakai dengan cara mengangsur potong gaji bulanan bahkan sudah terbayar Rp.3.350.000 dan kurang Rp.5.160.000.

Namun keputusan kepala pimpinan cabang PT. PNM tidak berkenan dan  harus mengembalikan secara total hari ini juga.

Disaat dikonfirmasi lewat seluler, Irani Febriyanti menjawab dengan lantang "Kalau tidak dibayar lunas hari ini mending tidak usah nemuin saya," geram irani pada awak media.

Secara terpisah, Ibu kandung Ika yang posisi berada di rumah juga didoktrin oleh Irani Febriyanti untuk membuat surat pernyataan pelunasan hutang dengan waktu 24 jam.

Bahkan apabila tidak membayar maka Ika bersama 14 orang teman kerjanya tidak dipulangkan secara prosedur dan seluruh 14 karyawati dipulangkan tepat pukul 00.00 WIB.

Dengan adanya kebijakan kepala pimpinan cabang PT PNM, ibu kandung Ika mengkeluh-resahkan pada awak media.

"Apakah ada kebijakan ketenagakerjaan yang tidak manusiawi seperti ini," keluh Ibu kandung Ika. (pul)

Tinggalkan Komentar