KPK Menahan Mantan Direktur PT Dirgantara Indonesia

KPK Menahan Mantan Direktur PT Dirgantara Indonesia

Konferensi pers terkait penahanan BUS

Liramedia.co.id, Jakarta - Setelah melalui proses pemeriksaan, BUS yang menjabat Direktur Aerostructure periode 2007-2010 ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Direktur Aircraft Integration 2010-2012 ini ditahan dalam Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi dalam Kegiatan Penjualan dan Pemasaran di PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Tahun 2007-2017.

KPK menetapkan BUS sebagai tersangka  sejak 12 Maret 2020 bersama dengan 3 tersangka lain. Tersangka BUS ditahan di Rumah Tahanan Klas 1 Jakarta Timur Cabang Rutan KPK.

BUS ditahan selama 20 hari ke depan hingga 10 November 2020. Tersangka BUS diduga dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukannya, sehingga diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara atau perekonomian negara dalam Kegiatan Penjualan dan Pemasaran di PT. Dirgantara Indonesia (Persero) Tahun 2007-2017. Waktu itu, dia menjabat Direktur Niaga dan Restrukturisasi (2012-2017) PT Dirgantara Indonesia.

Atas perbuatan para tersangka, diduga mengakibatkan kerugian keuangan negara sekitar Rp 205,3 miliar dan USD 8,65 juta. Tersangka BUS disangkakan melanggar Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana. (*)

Image
3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

3 Materi Pelajaran Olahraga untuk Jaga Kebugaran Murid

para guru olahraga tampaknya harus menghadapi tantangan lainnya, sebab pendidikan jasmani umumnya menuntut pertemuan langsung