KPUD Surabaya Tentukan Ukuran dan Penempatan APK Pilkada Surabaya

KPUD Surabaya Tentukan Ukuran dan Penempatan APK Pilkada Surabaya

Rapat koordinasi Alat Peraga Kampanye (APK) di KPUD Surabaya

Liramedia.co.id, SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Surabaya menggelar rapat koordinasi Alat Peraga Kampanye (APK) dan Bahan Kampanye dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, pada Jumat, 25 September 2020 pukul 14.24 WIB. Rapat ini dilaksanakan di ruang rapat KPU Kota Surabaya, Jl. Adityawarman No. 87 dan dipimpin Ketua KPU Surabaya serta diikuti sekitar 12 orang.

Diantaranya ialah Ketua dan anggota KPU Kota Surabaya, Hidayat (Anggota Bawaslu Kota Surabaya), perwakilan dari kedua pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Surabaya, anggota Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Bakesbangpol Surabaya, dan Satpol PP Kota Surabaya.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Kota Surabaya, Nur Syamsi mengatakan, pemasangan alat peraga kampanye (APK) tidak bisa hanya dibicarakan antara KPU, Bawaslu, dan Tim Paslon, namun juga perlu melibatkan Pemda karena aturan pemasangan APK tidak boleh melanggar Perda.

“Dalam rapat ini perlu dibicarakan tentang titik mana yang diperbolehkan dan dilarang untuk pemasangan APK, serta dalam pemilihan tahun ini, paslon juga diperbolehkan untuk menambah jumlah APK,” kata Nur Syamsi.

Dalam kesempatan itu, Subairi selaku Ketua Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM KPUD Kota Surabaya menegaskan, hasil rapat terkait APK sebelumnya telah menyepakati ukuran masing-masing APK untuk baliho 3x5 meter, umbul-umbul 0,5x4 meter, dan spanduk 1x6 meter.

“Kami juga menerima surat dari Satpol PP bahwa ada 125 jalan yang dilarang, dan ini juga harus dipatuhi, serta ada 5 titik pemasangan baliho besar yang belum disepakati,” tegasnya.

Dwi Hargianto mewakili Satpol PP Kota Surabaya ikut mengatakan, bahwa untuk menentukan 5 titik penempatan baliho besar mengacu pada tahun sebelumnya, yaitu di Cito (bundaran Waru), Stikom Merr, Jl. Indrapura, Suramadu, pertigaan Tandes-Margomulyo.

Di akhir rapat koordinasi, dilakukan penayangan design baliho, umbul-umbul, pamflet dan selebaran dari masing-masing Timses Paslon No. 1 dan 2. Desain yang ditampilkan kedua paslon selanjutnya dikoreksi oleh KPUD Kota Surabaya.

Beberapa koreksi itu meliputi adanya pemasangan gambar tokoh / pejabat, sehingga bila pejabat harus ada ijin kampanye dari pejabat yang berwenang. Lalu adanya pemasangan tokoh yang bukan pengurus parpol, adanya kata-kata yang menyebutkan nama pejabat sehingga perlu adanya ijin dari yang bersangkutan. Terakhir, kesepakatan untuk penyampaian design pada tanggal 27 September 2020. (*)

Reporter : Syamsul Arifin

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.