LIRA Mojokerto Nglurug Kantor Hukum Hammurabi

LIRA Mojokerto Nglurug Kantor Hukum Hammurabi

Bupati LIRA Mojokerto, Suhatmoko (kiri) dan Hari Tjahyono dari Hammurabi

Liramedia.co.id, MOJOKERTO - "Lira Bosok". Begitulah umpatan Hari Tjahyono, salah satu kuasa hukum di bawah Hammurabi di wilayah Mojokerto, 3 hari sekitar pukul 17.00 WIB yang lalu dihadapan para buruh. LIRA Bosok (bahasa Jawa) artinya LIRA busuk.

Hari Tjahyono merupakan kuasa hukum PT Restu Ibu Abadi (PRIA), perusahaan pengolahan limbah di Desa Lakardowo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Saat mengumpat itu, kebetulan ada anggota LIRA Jetis.

Tak ingin nama lembaga LIRA dicemooh, pada Sabtu, 30 September 2017 pukul 10.00, pengurus DPD LIRA Kabupaten Mojokerto yang dipimpin Suhatmoko langsung mendatangi kantor hukum tersebut, Hammurabi Canggu, Kec. Jetis, Mojokerto.

Kehadiran Suhatmoko didampingi Sekretaris DPD LIRA Mojokerto, Jatmiko dan 77 anggota LIRA Mojokerto lainnya untuk meminta klarifikasi terkait dengan pernyataan Hari Tjahyono.

Dalam pertemuan tersebut, sempat memanas dan terjadi debat panjang. Sampai akhirnya, pada jam 12.00 WIB, Hari Tjahyono meminta maaf atas pernyataannya. Permintaan maaf tersebut disampaikannya karena telah menghina LIRA.

"Dari kejadian ini, kita ambil hikmahnya. Kepada pengurus atau anggota LIRA Mojokerto, ke depan harap hati-hati dalam berucap tanpa data atau fakta, yang bisa menimbulkan pembunuhan karakter dan berujung dijerat UU Informasi Teknologi (ITE)," kata Suhatmoko. (Arif J)

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.