Content: / /

Mahasiswa IAIN Madura Tuntut Kejari Usut Dugaan Kongkalikong Pembangunan Gedung IAIN

Pendidikan

20 Desember 2018
Mahasiswa IAIN Madura Tuntut Kejari Usut Dugaan Kongkalikong Pembangunan Gedung IAIN

Demo mahasiswa IAIN Madura di depan Kejari Pamekasan

LiraMedia.co.id, PAMEKASAN - Aksi demo dilakukan Front Pembela Mahasiswa (FPM) IAIN Madura di depan kantor Kejaksaan Negeri Pamekasan, Madura, Jawa Timur,terkait dengan dugaan penyalahgunaan anggaran pembangunan gedung baru kampus IAIN Pamekasan Madura dengan menelan anggaran kurang lebih Rp 17 miliar yang diduga tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB), Rabu (19/12/2018).

Puluhan mahasiswa tersebut mengungkapkan bahwa dalam penggunaan anggaran pembangunan tersebut kurang lebih mencapai Rp 17 milar sudah banyak yang rusak dan retak.

Ketua korlap aksi, Adi Impor menyampaikan dalam orasinya bahwa pekerjaan pembangunan gedung IAIN Madura belum sampai 1 tahun sudah banyak yang retak dan rusak.

“Pelaksanaan aksi ini, kami selaku mahasiswa murni melakukan pengawalan pembangunan yang dilaksanakan di IAIN Madura yang mana pekerjaan yang sudah selesai ini belum 1 tahun pembangunan tersebut sudah banyak yang retak,” tandasnya.

Adi Impor menuturkan, karena pengawas TP4D (Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintahan dan Pembangunan Daerah) diduga ada kongkalikong dengan pembangunan tersebut.

“Kami melihat dari pengawasan TP4D tidak jelas. Kami menduga ada permainan dalam pengawasan pembangunan. Pengawasan TP4D Kejaksaan ini terlibat langsung, karena anggarannya ini besar. Kami mendapatkan informasi anggarannya 4 persen dari anggaran pembangunan tersebut,” tutur Adi Impor.

Adi menambahkan bahwa "Meskipun pelaksanaan aksi ini banyak mahasiswa yang melakukan interverensi kepada kami, tetapi kami tidak surut. Dan kami akan melakukan pengawalan terus sampai permasalahan tuntas meskipun kami harus menempuh pelaporan sampai ke Kejaksaan Agung di Jakarta.”

Salah satu orator aksi, Ahmad Rafiqi saat berorasi menyampaikan bahwa gedung yang diresmikan pada tanggal 05 Juli 2018 silam, saat ini sudah banyak mengalami kerusakan baik dari plafon maupun gedung yang sudah mulai banyak retak.

”Plafon depan jatuh, beton pecah, tangga retak dan kramik banyak yang pecah. Padahal masih seumur jagung, dan ini menyangkut keselamatan orang banyak. Iya kalau membuat kandang sapi atau ayam, kalau roboh sapi atau ayam yang tertimpa reruntuhan. Ini gedung pendidikan, bagaimana kalau runtuh bangunannya pasti yang tertimpa anak mahasiswa yang sedang menempa pendidikan,“ tegas Rofiqi.

Secara terpisah, dalam hal itu Kapidsus Kejari Pamekasan, M Arifin menyampaikan ketika menemui peserta aksi, meminta kepada pihak pendemo agar memberikan data dugaan bangunan abal-abal tersebut.

”Mohon maaf sebelumnya, silakan untuk rekan-rekan mahasiswa berikan data itu ke kami. Nanti akan kami kaji sesuai dengan ketentuan yang ada sesuai dengan dugaan laporan temuan mahasiswa di bawah," ujarnya.

  1. Reporter : Yanto

Tinggalkan Komentar