Content: / /

Mahasiswa Ini Laporkan Dugaan Pungli Prona ke Kejari Sampang

Kades

14 April 2018
Mahasiswa Ini Laporkan Dugaan Pungli Prona ke Kejari Sampang

Abdul Gani siap melaporkan dugaan pungli ke Kejari Sampang

Liramedia.co.id, SAMPANG– LSM Barisan Madura Bangkit (BMB) melaporkan tentang kasus dugaan pungutan liar (pungli) sertifikasi Program Agraria Nasional (Prona) yang disinyalir dilakukan oleh oknum Kepala Desa (Kades) Dulang, Kecamatan Torjun kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang.

Sekretaris BMB, Abdul Gani, menyatakan, berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan pihaknya dilapangan, serta keluhan dari sejumlah warga ditemukan indikasi pungli oleh oknum Kades Dulang. Sehingga dari bukti dan fakta yang dikumpulkan, maka ia melaporkan temuan tersebut kepada Kejari Sampang.

"Kami mendapatkan bukti otentik bahwa oknum Kades telah memungut biaya Prona kepada sejumlah warga sebesar Rp 500 ribu. Padahal berdasarkan ketentuan dari Pemerintah para pemohon dalam hal ini warga pemilik tanah digratiskan atau tidak dipungut biaya se peser pun," ungkap Gani, Sabtu (14/4/2018).

Lebih jauh dia menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun, jumlah bidang tanah yang akan di sertifikasi sebanyak 1.500 bidang. Apabila dikalkulasi dengan jumlah pungutan yang dipatok oleh oknum Kades sebesar Rp 500 ribu lalu dikalikan dengan 1.500 bidang.

"Padahal dalam proses pengurusan sertifikat itu masyarakat hanya dikenakan biaya administrasi dan materai sekitar Rp 50 ribu, selebihnya gratis. Jadi tinggal dihitung berapa banyak uang yang masuk ke kantong pribadinya dari hasil pungli tersebut," tukasnya.

Ia juga mendesak agar pihak Kejari segera melakukan langkah-langkah hukum terkait dengan laporan yang telah dia sampaikan secara tertulis. Mengingat dari temuan yang disertakan dalam laporan itu, lanjutnya, ada indikasi kerugian keuangan negara.

"Jika memang terbukti ada indikasi korupsi, maka aparat penegak hukum harus menindak tegas siapa pun yang telah melanggar hukum tanpa harus tebang pilih," tandasnya.

Menanggapi laporan BMB tersebut, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Sampang, Joko Suharyanto, ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya memang menerima laporan dari Abdul Gani yang masih berstatus Mahasiswa pada hari Rabu (11/4/2018) kemarin.

Namun pihaknya masih belum dapat memberikan tanggapan karena perlu mempelajari dahulu laporan tersebut.

"Memang laporannya sudah kita terima, tetapi masih butuh waktu untuk mempelajari terkait dengan aspek hukumnya," kata Joko singkat. (Sp.id)

Tinggalkan Komentar