Content: / /

Masukan Ketua Kadin Surabaya di Acara Rakercab HIPMI

Bisnis

12 November 2017
Masukan Ketua Kadin Surabaya di Acara Rakercab HIPMI

Jamhadi (kedua dari kanan) bersama Ketua HIPMI Jatim dan HIPMI Surabaya serta TNI dan pembicara

Liramedia.co.id, SURABAYA - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BPC Surabaya menggelar Rakercab dan Diklatcab, di DBL Arena Surabaya pada Minggu, 12 November 2017. Hadir dalam kesempatan itu ialah Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Surabaya, Dr Ir Jamhadi, MBA, yang membuka acara tersebut.

Saat memberikan sambutan, Jamhadi yang juga CEO Tata Bumi Raya ini mengungkap beberapa keresahannya terkait dengan kondisi Kota Surabaya saat ini. Satu diantara keresahan itu ialah tentang impiannya mewujudkan Surabaya sebagai kota perdagangan berkelas dunia.

Dikatakan Jamhadi, bahwa Kota Surabaya perlu adanya pusat perdagangan dan bisnis berkelas dunia atau yang disebut world trade center (WTC). Namun, bukan WTC yang saat ini ada dan jadi pusat penjualan handphone. WTC yang dimaksud Jamhadi ialah pusat perdagangan yang tergabung dengan pusat bisnis dunia, termasuk didalamnya bisnis kreatif.

Di WTC itu juga disediakan fasilitas co working space untuk memperkuat perusahaan rintisan atau start up business. Keresahan lain yang diungkap Jamhadi ialah hadirnya online business yang tidak diiringi dengan pembayaran pajak.

Seharusnya, kata Jamhadi, bisnis online juga dikenakan pajak, biar ada keadilan dengan bisnis offline. Karena, hadirnya bisnis online cukup berdampak terhadap menurunnya omzet ritel.

"Selain menurun omzet ritel, akan lebih berdampak lagi terhadap neraca perdagangan. Bisa jadi, neraca perdagangan kita akan defisit apabila bisnis olnline memperdagangkan barang-barang impor," ungkap Jamhadi.

Karena itulah, dia ingin pesatnya perdagangan bisnis online bisa diiringi dengan penguatan produksi produk usaha kecil menengah (UKM).

"Solusi UKM industri sangat mendesak untuk men-supply konsumsi dalam negeri," lanjut Jamhadi, yang jadi Tim Ahli KADIN Jawa Timur.

Hal lain yang menjadi perhatian Jamhadi ialah minimnya transportasi massal di Surabaya. Meski dilakukan pelebaran jalan, akan tetap menimbulkan kemacetan jika tidak ada upaya untuk memaksimalkan transportasi massal yang nyaman bagi penumpangnya.

"Saat ini kegiatan bisnis makin meningkat, sedangkan lalin (lalu lintas) kita sekarang sudah sangat macet di banyak tempat. Maka, transportasi massal sangat mendesak untuk segera direalisasikan," kata Jamhadi. (did)

Tinggalkan Komentar