Content: / /

Masyarakat Wilayah Barat Sidoarjo Mendambakan RSUD Cepat Dibangun

Peristiwa

05 Agustus 2019
Masyarakat Wilayah Barat Sidoarjo Mendambakan RSUD Cepat Dibangun

LiraMedia.co.id, SIDOARJO - Masyarakat di Kecamatan Krian dan Prambon, mendambakan RSUD di wilayah bagian barat Sidoarjo segera dibangun.

Masyarakat berharap Pemkab Sidoarjo tidak molor lagi dalam merealisasikan pembangunan RSUD di wilayah Krian. Mochammad Hasannudin, S.Ag, sebagai Kepala Desa (Kades) Sedengan Mijen, Kecamatan Krian, berharap Pemkab Sidoarjo tidak menunda-nunda penyelesaian RSUD di wilayah Barat Sidoarjo.

"Tunjukkan wujud kepedulian terhadap masyarakat menengah ke bawah khususnya wilayah Sidoarjo barat dengan membangun RSUD. Selama ini wilayah Sidoarjo barat merasa di anak tirikan oleh Pemerintah Kabupaten Sidoarjo. Pembangunan wilayah barat jauh tertinggal dengan wilayah timur Sidoarjo yang cukup banyak," ujar Mochammad Hasanuddin.

Lanjut Hasanuddin, pelayanan kesehatan dan pendidikan wilayah barat jauh tertinggal dibandingkan wilayah timur.

Kebutuhan RSUD di wilayah barat sangat penting dan mendesak. Selama ini warga kesulitan untuk menjangkau RSUD Sidoarjo di pusat kota, di Jl A Yani yang sangat jauh. Warga Sidoarjo barat yang mau ke RSUD harus menempuh perjalanan yang cukup lumayan jauh.

"Apalagi warga Kecamatan Prambon harus menempuh hampir 1 jam untuk sampai di RSUD Sidoarjo. Pasien yang harus menjalani seringkali ada kendala macet dan meninggal dunia di saat perjalanan," pungkas dia.

Terpisah, salah satu aktivis Prambon Masyarakat Bangkit, Winarno, ST, SH,MHum, saat ditemui wartawan menyampaikan, polemik Pemkab dan DPRD Sidoarjo dalam memutuskan cara untuk membangun RSUD dianggap sangat tidak produktif. Para pengambil keputusan ini telah mempemainkan hati nurani masyarakat menengah ke bawah khususnya wilayah barat.

"Silahkan berpolemik, tapi jangan menunda pembangunan RSUD. Bagi warga di wilayah barat, soal anggaran pembangunan dari APBD atau dari KPBU (Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha) itu bukan persoalan. Yang penting warga butuh kepastian pembangunan bukan janji aja," ujar Winarno.

Winarno menyayangkan molornya RSUD Barat. APBD Sidoarjo justru malah membuat warga barat merasa di anak tirikan. Kekecewaan warga barat Sidoarjo sudah memuncak, malah ada wacana untuk memecah Kabupaten Sidoarjo menjadi 2 bagian.

"Lebih baik Sidoarjo barat berdiri sendiri, dari pada tidak diurus. Memang tidak mudah memecah Sidoarjo menjadi 2 daerah. Tetapi bila sudah jadi keinginan warga, tidak ada yang sulit," pungkasnya. (dori)

Tinggalkan Komentar