Content: / /

Menengok Daftar Kekayaan Bacagub dan Bacawagub Jatim

Fokus

28 November 2017
Menengok Daftar Kekayaan Bacagub dan Bacawagub Jatim

Khofifah Indar Parawansa dan Saifullah Yusuf

Liramedia.co.id, SURABAYA – Pemilihan Gubernur Jawa Timur (Pilgub Jatim) dilaksanakan pada pertengahan tahun 2018 mendatang. Sejumlah bakal calon gubernur (bacagub) dan bakal calon wakil gubernur (bacawagub) Jatim jauh hari telah mempersiapkan diri untuk merebut suara rakyat Jawa Timur.

Saifullah Yusuf dan Azwar Anas salah satu pasangan yang telah mendeklarasikan diri menjadi bacagub dan bacawagub Jatim. Disusul Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak, yang segera mendeklarasikan diri. Sementara, bakal calob gubernur yang sudah siap maju namun masih menunggu rekom resmi dari partai pengusung ialah La Nyalla Mahmud Mattalitti. Nama-nama tersebut sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Pertanyaannya, berapakah jumlah harta mereka yang bisa dijadikan modal untuk maju menjadi calon gubernur dan calon wakil gubernur Jatim ?

Data yang dihimpun media ini, dari bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur Jatim dari unsur aparatur pemerintahan, tercatat Khofifah paling kaya dari 3 aparatur pemerintahan lainnya yang menyatakan maju dalam Pilgub Jatim. Data tersebut dihimpun dari Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dirilis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tercatat, total harta Khofifah yang dilaporkan pada 12 November 2014 lalu dan ditetapkan pada 24 Agustus 2015 oleh KPK, yakni sebesar Rp 36.383.559.362. Harta tersebut mengalami kenaikan dari laporan sebelumnya (pada 12 Juni 2013) yang tercatat Rp 34.288.530.485.

Total harta yang dimiliki Khofifah diantaranya terdiri dari harta bergerak berupa alat transportasi dan mesin lainnya dengan total Rp 260 juta. Lalu harta bergerak lainnya berupa logam mulia sebesar Rp 570 juta, dan surat berharga Rp 175.088.627. Dan giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 895.816.735.

Selain itu, Khofifah juga memiliki harta tidak bergerak dengan total Rp 34.482.557.000, atau naik dari laporan sebelumnya sebesar Rp 22.292.600.000. Harta tidak bergerak itu terdiri dari tanah seluas 518 m2 di Kota Palu dengan nilai Rp 1,552 miliar, tanah seluas 897 m2 di Palu Rp2,691 miliar, tanah seluas 68 m2 di Palu Rp 204 juta, dan tanah seluas 567 m2 di Palu Rp 1,701 miliar.

Kemudian tanah seluas 51.318 m2 di Takalar Rp 5.131.900.000, tanah seluas 82 m2 di Kota Makassar Rp 248 juta, tanah seluas 276 m2 di Kota Makassar Rp 892 juta, tanah 96 m2 di Makassar Rp 299 juta, tanah 82 m2 di Makssar Rp 246 juta, tanah 147 m2 di Makassar Rp 441 juta, tanah 320 m2 di Palu Rp 160 juta.

Juga ada tanah 600 m2 di Palu Rp 300 juta, tanah 880 m2 di Paku Rp 2,640 miliar, tanah 682 m2 di Palu Rp 341 juta, tanah 6.375 m2 di Donggala Rp 3.187.500.000, tanah 10.000 m2 di Sigi Rp 500 juta, tanah 2.150 m2 di Palu Rp 1,075 miliar, tanah 19.966 m2 di Gowa Rp 3.997.600.000, tanah 19.970 m2 di Gowa Rp 3,994 miliar.

Ada lagi tanah dan bangunan 402 m2 dan 200 m2 di Jakarta Selatan Rp 1,206 miliar, tanah dan bangunan 135 m2 & 54 m2 di Sidoarjo Rp 337,500 juta, tanah seluas  503 m2 di Surabaya Rp 1.257.500.000, tanah 41,6 m2 di Jakarta Selatan Rp124,8 juta, tanah dan bangunan seluas 136 m2 & 110 m2 di Makassar Rp 204 juta, tanah dan bangunan 78 m2 & 65 m2 di Makassar Rp 156 juta, dan bangunan seluas 29,25 m2 di Jakarta Selatan dengan nilai Rp 206.235.000.

Lain lagi dengan Saifullah Yusuf atau disapa dengan Gus Ipul. Dari catatan LHKPN yang dilaporkan Gus Ipul pada 11 April 2014, total harta Gus Ipul mencapai Rp 13.637.982.934 dan USD 5000, atau naik dari laporan sebelumnya (19Mei 2013) yang tercatat Rp 12.998.129.339.

Harta itu terdiri dari tanah dan bangunan seluas 311 m2 dan 77 m2 di Kota Depok tahun perolehan 2008 dengan nilai Rp 10.135.920.000 dan Rp 750 juta.

Lalu tanah dan bangunan seluas 3.670 m2 dan 1.000 m2 di Jakarta Selatan perolehan tahun 1997 sampai 2004 sebesar Rp 7.985.920.000. Dan bangunan seluas 123 m2 di Surabaya senilai Rp 1,4 miliar.

Sedangkan harta bergerak berupa alat transportasi dan mesin lainnya dengan total Rp 2,975 miliar, yang terdiri dari mobil Toyota Harrier (2010) Rp 690 juta, Mitsubishi Strada (2006) Rp 150 juta, Toyota Alphard (2006) Rp 350 juta, Nissan Serena (2009) Rp 170 juta, Yamaha FX Cruiser (2006) Rp 25 juta, Yamaha SUV (2003) Rp 20 juta, Totoya Alphard (2011) Rp 750 juta, Honda Freed (2011) Rp 180 jta, Toyota Vellfire (2009) Rp 850 juta.

Dan harta bergerak lainnya total Rp 525 juta. Sementara giro dan setara kas lainnya total Rp 4.840.192.951. Gus Ipul memiliki hutang Rp 4.638.140.018.

Pasangan Gus Ipul, Abdullah Azwar Anas yang saat ini menjadi Bupati Banyuwangi memiliki total harga Rp 6.321.672.999 (LHKPN 1 Maret 2015), naik dari laporan sebelumnya (12 April 2010) yang tercatat Rp 3.408.217.166 dan USD 18.600.

Harta Anas terdiri dari tanah seluas 1.500 m2 di Banyuwangi yang berasal dari hasil sendiri dan warisan perolehan dari tahun 1995 sampai 1998 senilai Rp 187 juta. Tanah dan bangunan seluas 162 m2 dan 149 m2 di Jakarta Timur perolehan tahun 1996 sampai 2000 sebesar Rp 356,9 juta.

Tanah seluas 477 m2 di Bekasi perolehan tahun 2005. Tanah dan bangunan seluas 587 m2 dan 220 m3 di Banyuwangi perolehn tahun 2009 Rp 202,192 juta

Tanah dan bangunan seluas 265 m2 dan 216 m2, di Jakarta Timur perolehan tahun 2006 Rp 753,630 juta. Kemudian tanah dan bangunan seluas 569 m2 dan 300 m2 di Jakarta Timur perolehan tahun 2008 Rp 1.073.537.000. dan Tanah seluas 147 m2 di Banyuwangi Rp 90 juta.

Sedangkan harta bergerak berupa Mobil Nissan X Trail tahun pembuatan 2008 Rp 220 juta. Mobil merk Toyota Soluna (2001) Rp 50 juta, mobil Kijang Innova (2005) Rp 120 juta, logam mulia Rp 10,560 juta. Dan surat berharga Rp 190 juta dan Rp 1 miliar. “Giro dan setara kas lainnya Rp 2.056.953.999, Rp 1.952.653.999, dan berasal dari hasil sendiri dan hibah Rp 114.200.000,” begitu bunyi LHKPN KPK. (sp.net)

Tinggalkan Komentar