Oknum Anggota Polresta Pontianak Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

Oknum Anggota Polresta Pontianak Diduga Cabuli Anak di Bawah Umur

Brigadir DY

Liramedia.co.id, PONTIANAK – Seorang oknum anggota Polresta Pontianak berpangkat Brigadir ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur yang masih berusia 15 tahun. Penetapan tersangka ini setelah dari hasil penyelidikan menguatkan dugaan pencabulan yang dilakukan oleh oknum Brigadir berinisia DY.

Kasus ini bermula saat korban mengendarai motor. Di tengah perjalanan, korban dicegat oleh Brigadir DY, kemudian dilakukan tilang. Lalu, Brigadir DY menawarkan opsi kepada korban jika tidak mau ditilang harus mau ikut. Korban lantas mengikuti kemauan Brigadir DY. Lalu korban di ajak ke salah satu hotel. Disanalah terjadi dugaan pencabulan.

Kapolresta Kota Pontianak, Kombes Pol Komarudin membenarkan adanya tindakan persetubuhan tersebut berdasarkan bukti hasil visum. Dari hasil penyelidikan, sejumlah alat bukti diamankan Polresta Pontianak. Diantaranya pakaian dalam korban dan bukti hasil visum.

Kombes Pol Komarudin menjelaskan, dalam kejadian kali ini, tidak ditemukan unsur kekerasan. Bukti-bukti lain akan disampaikan di Persidangan.

“Setelah dilakukan penyelidikan dan terduga pelaku ditahan selama 5 hari, pada hari ini resmi ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kombes Pol Komarudin, Senin 21 September 2020.

“Oleh karenanya pada hari ini status yang bersangkutan atau terlapor kita tetapkan sebagai tersangka setelah sebelumnya menjalani proses pemeriksaan pelanggaran kode etik profesi dan hari ini status yang bersangkutan beralih menjadi status tersangka dengan dugaan atau dengan penentuan melanggar pasal 76D Undang-undang nomor 35 tahun 2019 juncto pasal 81 ayat 2,” lanjutnya.

Penetapan kasus tersangka kepada Brigadir DY ini dikarenakan menunggu hasil visum keluar terlebih dahulu. Karena diperlukannya hasil visum sebagai alat bukti tambahan.

“Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, kami perlukan dua alat bukti yang sah selain keterangan korban. Karena dalam kasus ini tidak ada saksi lain, makanya kita harus menunggu hasil visum untuk menguatkan ditetapkannya sebagai tersangka. Sesuai fakta-fakta yang ada terkait adanya hasil visum tentunya nanti akan disampaikan dalam proses persidangan,” tuturnya. (*)

Source : INS

 

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.