Content: / /

Pabrik Saos Merk Laba Laba Buang Limbah Tanpa Proses

Peristiwa

02 Agustus 2018
Pabrik Saos Merk Laba Laba Buang Limbah Tanpa Proses

Limbah pabrik saos merk Laba Laba

Liramedia.co.id, SIDOARJO - Bau menyengat yang muncul di sekitar pabrik saos merk "Laba Laba" yang diproduksi Lautan Agung Bahagia membuat warga sekitar resah.

Pengelola pabrik tak menghiraukan kesehatan warga di sekitar pabrik yang berada di Dusun Kasak RT 02 RW 03, Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, Kabupaten Sidoarjo. Bahkan, Farchan, pemilik pabrik, dengan tegas mengklaim bahwa limbah pabrik tersebut aman.

Padahal, saat Lira Media meninjau di lapangan, pabrik saos merk "Laba Laba" tidak memiliki sanitasi yang baik. Lebih menyedihkan lagi, limbahnya dibuang di selokan melalui pipa karena daya tampung limbah berupa kubangan tanah tak sesuai dengan kapasitasnya.

Kondisi yang berlangsung lama ini luput dari perhatian Kepala Desa Terungkulon dan pihak terkait seperti Dinas Kesehatan Sidoarjo serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo.

"Bahan-bahannya seperti kentang, wortel, dan pasta tomat, kata pemiliknya tidak menimbulkan bau. Tapi baunya kalau malam 'banger' kayak cucian yang direndam berhari-hari," kata seorang warga di sekitar pabrik saos "Laba Laba" yang namanya minta tidak disebutkan.

"Dari depan memang tak menimbulkan bau yang terlalu menyengat. Coba dari belakang, baunya membuat hidung panas, dan tercium hingga radius 1 kilometer lebih," lanjutnya.

Dari keterangan pengelolanya, tiap hari, industri rumahan yang beralamat di Dusun Kasak RT 02 RW 03, Desa Terungkulon, Kecamatan Krian, memiliki kapasitas produksi kurang lebih 5000 botol saos.

Proses produksi dilakukan secara manual. Dikonfirmasi terkait itu, Farchan mengakui memang usahanya itu menimbulkan limbah.

Meski Farchan mengklaim yang dihasilkan bukan limbah B3 (bahan berbahaya beracun), kondisi di lapangan menyebutkan berbeda.

Selokan di belakang pabrik saos dipenuhi limbah dan baunya tidak sedap dan cairan kental. Jika hujan, maka limbah itu akan mengalir ke lingkungan warga yang dapat membahayakan ekosistem yang ada. Farchan beralasan, dibiarkannya limbah itu karena pada akhir Desember ini akan pindah.

Dia juga tak menampik, selama beroperasi tidak mengantongi izin lingkungan. Yang ada hanya izin berupa PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Sidoarjo.

"Dulu kami produksi di Sukodono, kemudian pindah kesini (Krian). Desember tahun ini, kami akan pindah," kata Farchan melalui sambungan seluler.

Idrus, pengelola pabrik, menerangkan, jika limbah yang dihasilkan pabrik saos "Laba Laba" kebanyakan limbah cair bercampur kaporit.

"Usaha ini sudah berjalan 5 tahun, dan 5 kali orang dinas (Dinas Kesehatan) datang kesini. Dan saluran pembuangan limbah mampet, mungkin itu yang menimbulkan bau," kata Idrus.

Idrus juga mengakui jika pernah dari Polda Jawa Timur datang ke pabriknya karena salah satu nomor PIRT mati, sementara produknya diedarkan.

(mul)

Tinggalkan Komentar