Content: / /

Pemasangan Pipa Pertagas Dihentikan

Peristiwa

10 Oktober 2017
Pemasangan Pipa Pertagas Dihentikan

Rapat DPRD Bojonegoro dan Pertagas serta KWRK, dan instansi terkait

Liramedia.co.id, BOJONEGORO  - Pemasangan pipa milik Pertamina Gas (Pertagas) di Kabupaten Bojonegoro dipaksa berhenti. Hal ini mengemuka dalam rapat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bojonegoro, pada Selasa 10 Oktober 2017.

Komisi DPRD Kabupaten Bojonegoro yang ikut rapat ialah Komisi A dan Komisi C. Rapat tersebut dipimpin oleh Syukur Priyanto selaku Wakil Ketua DPRD bersama Sekretaris Komisaris A, Anam Warsito. Lalu Ketua Komisi C, Sally Atyasasmi serta Wahyuni Susilowati selaku Anggota Komisi C.

Hadir pula Humas Pertagas, perwakilan manajemen Konsorsium Wijaya Karya-Rabana-Kelsri (KWRK), Kepala Dinas Perijinan Pemkab Bojonegoro, Kepala Satpol PP, LSM dan undangan lainnya.

Dalam rapat tersebut, Syukur Priyanto secara tegas mengatakan semua aktifitas pekerjaan pemasangan pipa harus dihentikan, apalagi Pertagas dan KWRK selaku main contractor tidak mengakomodir konten lokal serta belum mengantongi ijin.

”Mulai besok semua aktifitas pekerjaan pemasangan pipa harus dihentikan sebelum ada ijin,” tegas Syukur.

Adapun pemasangan pipa yang dihentikan ialah pekerjaan pipa line 28 Inc area timur section 5 A dari Semarang hingga Gresik. Pemasangan itu dilakukan antara Pertagas dengan kontraktornya, yakni KWRK.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Perijinan Kabupaten Bojonegoro, Kamidin menjelaskan pekerjaan pemasangan jaringan pipa sepanjang 68 km yang melintas di wilayah Kabupaten Bojonegoro, baru 5 titik yang mengantongi izin. Sedangkan lainnya belum mengantongi izin.

Menanggapi itu, Anam Warsito Anggota Komisi A DPRD Bojonegoro menyampaikan bahwa daerahnya selama ini tidak pernah diuntungkan. Semua kegiatan yang berhubungan minyak dan gas (migas), jangan sampai masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Dia meminta masyarakat harus dilibatkan dalam segala aspek.

"Saya berharap agar semua pihak mengerti dan menghargai konten lokal yang ada di Bojonegoro," ujar Politikus Partai Gerindra itu.

Di tempat yang sama, Kepala Satpol PP Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan menjelaskan, apa yang disampaikan Kepala Dinas Perijinan ialah benar, dan baru diketahui bahwa ijin pemasangan pipa belum ada.

"Sesusai hasil rapat dan apa yang disampaikan oleh pimpinan rapat besok pihaknya akan menghentikan aktifitas pekerjaan tersebut guna menegakkan Peraturan Daerah (Perda) No 23 tahun 2011,” ucapnya. 

Perlu di ketahui bahwa  pipa-pipa tersebut rencananya akan digunakan dalam proyek pipa transmisi gas Gresik–Semarang milik PT Pertamina Gas (Pertagas). Sedangkan Pipa transmisi tersebut akan dibangun sepanjang 270 km, melintasi 2 provinsi antara Jawa Timur dan Jawa Tengah dan juga akan melintasi 7 Kota/Kabupaten, mulai Gresik, Lamongan, Bojonegoro, Blora, Grobogan, Demak, dan Semarang.

Selaku main contractor, KWRK dalam pelaksanaan pekerjaan pemasangan pipa tersebut tidak pernah mengakomodir masyarakat lokal hingga menimbulkan banyak protes dan keluhan dari masyarakat, bahkan hingga kini belum mengantongi ijin. (sp)

Tinggalkan Komentar