Pemuda LIRA Jatim Curiga Data Jumlah Kasus Narkoba di Gresik

Pemuda LIRA Jatim Curiga Data Jumlah Kasus Narkoba di Gresik

Data kasus narkoba di Gresik. (Foto : BPS Gresik)

Liramedia.co.id, GRESIK – Kabupaten Gresik sebagai penyangga Ibu Kota Jawa Timur menjadi wilayah dengan mobilitas masyarakatnya yang cukup tinggi. Kawasan industri dan perdagangan berkembang pesat, dan daerah yang dijuluki Kota Pudak ini jadi tempat berkumpulnya lintas masyarakat. Tidak hanya masyarakat lokal, bahkan banyak pendatang yang singgah ataupun bertempat tinggal di Gresik.

Tak ayal, seiring dengan pesatnya perkembangan Kabupaten Gresik turut serta masuknya narkoba yang diedarkan atau disalahgunakan. Dari catatan Lira Media yang dinukil dari hasil survei ’Kabupaten Gresik Dalam Angka’ yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Gresik, disebutkan pada tahun 2019 jumlah kasus narkoba yang berhasil diungkap di Kabupaten Gresik sebanyak 4 kasus (8 tersangka) dengan berkas yang P21 (lengkap) sebanyak 4 kasus.

Angka itu turun dari tahun 2018 yang berjumlah 6 kasus dengan 6 tersangka, dan di tahun 2017 sebanyak 3 kasus dengan 3 tersangka. Sedangkan barang bukti yang disita dari kasus narkoba selama tahun 2019 diantaranya sabu kristal (332,12 gram), ganja (891,39 gram), dan ekstasi 1 butir.

Data yang dirilis BPS Gresik yang bersumber dari Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Gresik ini dicurigai oleh Aktivis Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Jawa Timur (LIRA Jatim). Imam Syafi’I, Ketua Pemuda LIRA Jawa Timur curiga, BNNK Gresik salah input data kemudian data tersebut disetor ke BPS Gresik.

“Data itu penting dan jadi rujukan masyarakat. Data yang dirilis BPS Gresik yang bersumber dari BNNK Gresik terkait kasus narkoba di Gresik selama tahun 2019 harusnya lebih dari 4 kasus,” kata Imam Syafi’I, Kamis 24 September 2020.

Imam Syafi'i, Ketua Pemuda LIRA Jatim

Kecurigaan Imam yang juga anggota KNPI Jawa Timur ini cukup beralasan. Sebab, dari data yang dimilikinya, pada medio tahun 2020 ini, BNKK Gresik sempat merilis jumlah kasus narkoba.

Data yang dirilis BNNK Gresik, lanjut Imam, terdapat sedikitnya 37 orang yang menyelahgunakan narkoba diproses hukum. Sebanyak 10 orang dengan kisaran umur 20 – 35 tahun yang diproses hukum, dan sebanyak 27 orang dengan kisaran umur 18-29 tahun yang direhabilitasi.

“Sampai dengan semester I 2020 ini, BNNK Gresik merilis ada 2 orang yang diproses hukum oleh BNNK Gresik dengan usia di kisaran 20 sampai 25 tahun. Berkasnya sudah P21. Sedangkan yang pengguna narkoba yang dilakukan rehabilitasi sebanyak 18 orang,” jelas Imam.

Oleh karena itulah, mengingat pentingnya data kasus narkoba untuk melakukan upaya pencegahan dan pemberatasan, maka Imam berharap agar instansi terkait dalam hal ini BNNK Gresik maupun Kepolisian serta BPS Gresik supaya lebih update dalam menyajikan informasi data ke masyarakat.

“Jika dilihat dari data yang ada sekarang, artinya tidak sinkron antar instansi. Data itu dibutuhkan untuk mengurangi angka prevalensi penyalahguna narkoba di Gresik dan Jawa Timur pada umumnya. Misal di satu wilayah peredaran dan penyalahgunaan narkoba sangat tinggi, maka upaya pencegahan dan pengawasan harus diintensifkan di wilayah tersebut dengan tidak mengindahkan daerah lain untuk melakukan P4GN (Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba),” tutup Imam dalam pernyataannya kepada Lira Media. (*)

Reporter : Basuki

 

 

Image
Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jatim Dukung Program Sejuta IT Preneur

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mendukung penuh rencana kerjasama antara Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se-Jawa Timur dengan Maspion IT.