Content: / /

PENGANGKATAN ATAU PELANTIKAN DI TUBUH PERUMDA TIRTA OLEH Plt BUPATI MALANG JUGA BERESIKO DIPERMASALAHKAN

Peristiwa

17 Juni 2019
PENGANGKATAN ATAU PELANTIKAN DI TUBUH  PERUMDA TIRTA OLEH Plt BUPATI MALANG JUGA BERESIKO DIPERMASALAHKAN

Tampak Didik Lestariono SH,bersama Anggota DPD Pemuda Lira Kota Malang

Liramedia.co.id, MALANG - Ramainya pemberitaan dan kesimpang siuran terkait kewenangan Plt. Bupati Malang melakukan mutasi dan pengangkatan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malang juga beresiko atau berefek pada terancamnya jabatan Direktur Umum dan Direktur Teknik Perumda Tirta.

Bagaimana tidak, sebelumnya santer diberitakan sebanyak 248 ASN di lingkungan Pemkab Kabupaten Malang dimutasi secara tiba-tiba.

Padahal mutasi yang dilakukan oleh Plt. Bupati Malang, Sanusi tersebut belum mendapat persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri) secara tertulis.

Mutasi dan pengangkatan jabatan baru tersebut dipermasalahkan banyak kalangan, baik dari kalangan akademisi, praktisi maupun LSM.

Dalam pemberitaan sebelumnya ketika diwawancara soal mutasi 248 ASN Didik Lestariyono SH (Ketua Umum DPD Pemuda LIRA Kota Malang ) mengungkapkan bahwa Pasal 162 ayat 3 UU Nomor 10 tahun 2016 mensyaratkan bahwa Kepala Daerah definitif baru bisa melakukan mutasi pejabat ASN 6 bulan sejak dilantik.

Jika dilihat dari sisi waktu pelantikan Direktur Perumda Tirta, seharusnya Direktur Perumda diangkat pada sekitar bulan April 2019, dimana yang melakukan pengangkatan jabatan tersebut adalah Plt. Bupati Malang bukan Bupati definitif.

Dalam hal ini, sepertinya Plt. Bupati Malang harus berhat-hati dalam mengeluarkan Surat Keputusan atau kebijakan agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

DPD Pemuda Lira Kota Malang mendukung penuh langkah Ketua DPRD Kabupaten Malang, Hari Sasongko untuk segera  memanggil Plt Bupati Malang guna meminta klarifikasi atau keterangan akan hal tersebut.

"Semoga segera ada kejelasan sehingga tidak lagi terjadi banyak kecurigaan dan perdebatan disana-sini, agar tercipta masyarakat Malang Raya yang adem ayem guyub rukun, baldatun toyibatun warrobur gofur," katanya. (Red).

Tinggalkan Komentar