Content: / /

Penutupan Tempat Hiburan Dinilai Tidak Tepat Dan Terkesan Di Paksakan Tidak Melihat Ijin dan HO nya Dulu.

Peristiwa

02 Januari 2019
Penutupan Tempat Hiburan  Dinilai Tidak Tepat Dan Terkesan Di Paksakan Tidak Melihat Ijin dan HO nya Dulu.

Tampak RA. Wawan ( Pemilik King Wan's ) Dan Mas Handoko ( Pemilik Pujasera ) Menunjukan Dokumen Ijin Usaha Dan HO Yang Masih Berlaku hingga 20 - Sep - 2020.

Pamekasan Liramedia.co.id-Pasca penutupan tempat hiburan karaoke yang di lakukan oleh Bupati Pamekasan serta jajarannya pada tanggal 1 januari 2019 di nilai tidak etis dan terkesan dipaksakan hal itu di utarakan oleh salah satu Pengusaha tempat hiburan karaoke (King Wan's) yang berada di jln Raya Ronggosukowati kelurahan kolpajung pada hari kamis tanggal 2 januari 2019.

Pasalnya penutupan itu di lakukan pada saat hari libur kerja dan tidak ada surat pemberitahuan sebelumnya Menurut keterangan Pengusaha Rumah makan dan cafe keluarga (King wan's) Kepada awak media - langkah yang di ambil oleh bupati Pamekasan yang dalam tanda kutib sangat tidak etis dan terkesan paksaan karena sebelumnya pihak pengusaha tempat hiburan karaoke keluarga sudah melakukan pertemuan Dengan Bupati pada tanggal 18 Desember 2018 dan para pihak Pengusaha tempat hiburan karaoke sudah meminta kebijaksanaan kepada bupati agar di tutup setelah Perda lama di refisi ke perda yang baru.

"kami sudah memohon kebijakansaan kepada bapak Bupati untuk sementara kami membuka perusahaan kami sampai perda yang baru di turunkan tetapi kenyataannya pada hari libur tahun baru bupati Pamekasan dengan se enaknya langsung menyegel semua tempat hiburan karaoke tanpa adanya surat pemberitahuan terlebih dahulu, yang notabe perizinnya sudah jelas masih berlaku pada Tanggal 20 September 2017 s/d tanggal 20 September 2020 ini.

Saya sampaikan ini pada perusahaan saya ya" Ujarnya Moh wawan Erliyanto selaku Pengusaha tempat hiburan karaoke Menjelaskan kalau berbicara kemaksiatan dirinya sangat mendukung apabila kemaksiatan di hapus, dirinya juga meminta agar jangan setengah-setengah apabila mau menghapus kemaksiatan karena lahirnya kemaksiatan bukan hanya datang dari satu unsur.

Lebih lanjut dirinya juga menyampaikan Bupati Pamekasan tidak mau yang dalam arti masih mau rembuk dan menyuruh dari pihak pengusaha hiburan karaoke agar menemui Pj Sekda kabupaten Pamekasan ternyata yang di dapat hanya surat edaran pada malam tahun baru supaya tidak melakukan kegiatan hiburan di luar ataupun di dalam ruangan, para pihak pengusaha menyetujuinya dan sudah tidak melakukan kegiatan apapun kecuali di Restoran (PUTRI) karna yang beroprasi hanya Restorannya saja.

"Disisi lain kalau berbicara kemaksiatan saya juga sangat mendukung dalam menghapus kemaksiatan akan tetapi saya juga meminta Peraturan perdanya agar di tegakkan terlebih dahulu " Pungkasnya - Reporter : Yanto

Tinggalkan Komentar