Content: / /

Peradin Jawa Timur Gelar Pendidikan Profesi Advokat ke-6

Hukum

22 September 2018
Peradin Jawa Timur Gelar Pendidikan Profesi Advokat ke-6

Ujian pendidikan profesi ke-6 yang digelar Peradin Jatim

LiraMedia.co.id, SURABAYA - Dewan Pimpinan Wilayah Persatuan Advokat Indonesia (DPW Peradin) Jawa Timur menyelenggarakan pendidikan profesi advokat ke-6 selama kurang lebih sebulan dan berakhir pada Sabtu (22/9/2018).

Pendidikan profesi advokat ini dinilai berbeda dengan pendidikan yang diselenggarakan oleh organisasi lainnya.

Pada hari terakhir ini, sebanyak 49 peserta pendidikan profesi advokat dari berbagai daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, dan Jawa Timur, mengikuti ujian di Hotel Sahid Surabaya.

Menurut Ketua Bidang Pendidikan Profesi Advokat Peradin Jawa Timur, Rohman Hakim, bahwa ujian profesi advokat merupakan manifestasi akhir dari pendidikan profesi advokat yang berlangsung kurang lebih sebulan.

"Dalam pendidikan itu, kami lebih mengedepankan kualitas calon advokat agar mereka lebih mandiri profesional dan bisa diandalkan," kata Rohman Hakim.

Dalam pendidikan profesi advokat yang diselenggarakan Peradin DPW Jatim ini, beberapa hal yang ditonjolkan ialah advokat yang punya spesifikasi khusus, misalnya kurator, tax specialist (ahli perpajakan), dan lainnya.

Setelah mengikuti rangkaian pendidikan ini, jika dinyatakan lulus maka akan disumpah sebagai advokat di Pengadilan Tinggi sebagai salah satu persyaratan advokat.

"Mereka tercatat di anggota profesi advokat dan disumpah dulu. Kalau tidak disumpah, maka tidak bisa menjalankan profesi dan ditolak oleh hakim karena tidak punya berita acara sumpah dan kartu advokat," ujarnya.

Selama seminggu pendidikan itu, beberapa peserta mendapatkan materi membuat gugatan, surat kuasa, dan mediasi di seluruh pengadilan.

Mulai hukum acara pengadilan militer, pengadilan agama, pengadilan hubungan industrial, mahkamah konstitusi, hingga pengadilan negeri.

Beberapa tutor dalam pendidikan itu diantaranya Kolonel Hendro dari Wakmil, Dr Syuhadak dari Pengadilan Agama, dan perwakilan Pengadilan Negeri sebagai dosen pengajar dan nara sumber. Juga ada advokat senior, yaitu Abraham Amos dan Samuel Kiki.

Rohman Hakim menegaskan, ada perbedaan pendidikan profesi yang diselenggarakan Peradin DPW Jawa Timur ini dengan pendidikan yang digelar organisasi lainnya.

"Kami lebih mengutamakan kualitas dari kuantitas. Dan tentunya dengan biaya yang murah karena kami tidak komersialisasi pendidikan, tapi bagaimana mencetak advokat yang berkualitas. Disitu kami ada pembekalan khusus dan materi yang khusus," tegasnya.

Dari perbedaan itulah, tidak mengherankan apabila animo calon advokat yang ikut pendidikan profesi advokat di Peradin cukup banyak.

Untuk pendidikan profesi advokat berikutnya atau ke-7 saja, sementara sudah terdaftar 10 orang.

Di setiap gelombang, Peradin Jawa Timur membatasi peserta maksimal 50 orang. Itu dilakukan supaya jalannya pendidikan lebih optimal.

"Syarat peserta ialah sarjana hukum, dan bukan PNS aktif serta bukan anggota dewan. Jika PNS atau anggota dewan mau ikut pendidikan, harus lepas dulu jabatannya," ujar Rohman Hakim, yang sekarang ini merupakan kandidat doktor hukum ini.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Peradin Dewan Pimpinan Wilayah DPW Jawa Timur (DPW Jatim), Tjuk Harijono mengatakan, pendidikan profesi advokat yang diselenggarakan Peradin DPW Jawa Timur ini merupakan hasil kerjasama dengan berbagai pihak, diantaranya PTUN, Pengadilan Hubungan Industrial, pengadilan agama, pengadilan militer, pengadilan negeri, advokat senior dari Jakarta dan Surabaya, dan DPP Peradin.

Dia berharap, semua peserta lulus. Sebab, biasanya ada 1 atau 2 peserta yang tidak lulus karena kurang memperhatikan pada saat penyampaian materi.

"Mereka yang lulus dan setelah pengambilan sumpah, maka akan disalurkan ke cabang. Kalau dari pusat, disalurkan ke badan pengurus wilayah. Kalau dari wilayah, akan disalurkan ke cabang. Anggota itu kita salurkan supaya tetap terikat dengan organisasi. Saya ingin dari anggota ada forum atau ikatan dari angkatan pertama hingga terakhir," kata Tjuk Harijono. (did)

Tinggalkan Komentar